Program Sejuta Rumah, BTN Kucurkan Lebih dari Rp155 Triliun

Minggu, 15 Oktober 2017 - 15:28 WIB
Program Sejuta Rumah,...
Program Sejuta Rumah, BTN Kucurkan Lebih dari Rp155 Triliun
A A A
JAKARTA - Di tengah dinamika perekonomian dalam kurun tiga tahun terakhir, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) konsisten mendukung program Nawa Cita yang diusung Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK), khususnya Program Sejuta Rumah. Program yang digulirkan Presiden Jokowi di Ungaran, Jawa Tengah pada 29 April 2015 ini mendapat sambutan baik dari masyarakat.

Sejak program tersebut bergulir hingga pertengahan tahun ini, Bank BTN telah membiayai 1,44 juta unit rumah dengan nilai penyaluran kredit properti baik berupa KPR maupun kredit konstruksi sebesar Rp155,9 triliun.

"Kontribusi Bank BTN sebagai integrator dalam program sejuta rumah tidak hanya dalam soal akses pembiayaan bagi seluruh lapisan nasabah. Tapi juga dalam menyokong sisi pasokan dengan kredit kontruksi bagi para pengembang," kata Direktur Utama Bank BTN Maryono dalam keterangan resmi di, Jakarta, Sabtu (15/10/2017).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya juga sepakat mendukung keberhasilan program Sejuta Rumah yang tahun ini ditargetkan mencapai 900 ribu unit rumah, baik subsidi maupun non subsidi.

Adapun tahun ini Bank BTN menargetkan penyaluran kredit konstruksi dan KPR untuk 666 ribu unit rumah hingga akhir tahun dalam rangka mendukung Program Sejuta Rumah, terdiri dari 504.122 unit untuk KPR Subsidi dan 161.878 unit untuk konstruksi rumah non-subsidi, serta penyaluran KPR non-subsidi.

Sementara, per September 2017, Bank BTN sudah merealisasikan KPR untuk sekitar 167 ribuan unit rumah, 130 ribuan unit di antaranya adalah KPR subsidi. Sementara yang mengalir dalam bentuk kredit konstruksi terdistribusi untuk kurang lebih 300.000 unit rumah.

Guna menyukseskan program Sejuta Rumah, Maryono menjelaskan perlunya sinergi dari seluruh stakeholder, baik perbankan, pemerintah pusat, daerah dan pihak pengembang.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR telah banyak memberikan dukungan, di antaranya alokasi anggaran KPR subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kemudahan perizinan bagi pengembang untuk mendirikan rumah bagi MBR lewat paket kebijakan ekonomi XIII dan pelonggaran Loan To Value atau rasio kredit terhadap agunan untuk KPR.

Dalam meningkatkan pasokan perumahan, Bank BTN juga berupaya menciptakan para calon developer lewat Housing Finance Center (HFC), HFC bermitra dengan banyak pihak, baik Institusi pendidikan formal maupun para developer lewat aneka pendidikan dan pelatihan. Dengan ITB, lewat program mini MBA in property Bank BTN telah mewisuda 1.000 orang yang siap terjun di dunia properti.

Sedangkan dengan asosiasi pengembang seperti REI dan Apersi, setidaknya lebih dari 10.000 orang yang juga siap untuk menjadi calon developer. Tahun depan, Maryono menargetkan akan lahir 1.200 developer muda yang dicetak HFC lewat program mini MBA.

"Selama pemerintahan Jokowi–JK seluruh aspek untuk mempermudah akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah ditingkatkan demi mengurangi backlog kepemilikan perumahan yang mencapai lebih dari 11,38 juta kepala keluarga," kata dia.

Selain itu, Bank BTN juga berinisiatif merilis produk pembiayaan perumahan bagi MBR, antara lain dengan produk KPR Mikro. KPR Mikro merupakan pembiayaan dengan plafon kredit sebesar Rp75 juta untuk pembelian rumah, renovasi rumah dan membangun bagi para pekerja informal yang berpenghasilan tidak tetap.

"Program sejuta rumah dapat lebih sukses dengan dukungan dari Pemda untuk menyediakan lahan, misalnya membuat land bank atau bank tanah dan berkoordinasi dalam hal pendataan masyarakat yang perlu mendapat dukungan subsidi," kata Maryono.

Selain dukungan Pemda, pihaknya juga berharap pada peran swasta dalam mengalokasikan lahan perusahaan untuk membangun perumahan murah bagi karyawannya dengan skema bunga rendah atau bantuan uang muka. Pola ini juga melibatkan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan skim yang sesuai bagi karyawannya, misalnya bantuan uang muka atau bunga rendah sehingga cukup efisien bagi perusahaan.

"Bank BTN akan memberikan dukungan yang kuat dalam program sejuta rumah dan akan lebih optimal jika semua pihak ikut berkontribusi meyukseskannya," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tancap Gas Kejar Target,...
Tancap Gas Kejar Target, BTN Akan Gelar Pameran Virtual KPR Merdeka Berbunga Murah
Merespons permintaan...
Merespons permintaan Pasar, BTN Gelar Akad Massal KPR BP2BT
71 Tahun Bank BTN Telah...
71 Tahun Bank BTN Telah Realisasikan Kredit Lebih Rp640 Triliun
Peluang Masih Besar,...
Peluang Masih Besar, BTN Makin Gencar Genjot Penyaluran Kredit Sektor Perumahan
Laba BTN Melesat 39,72%...
Laba BTN Melesat 39,72% di Kuartal III Tahun 2020
Demi Rumah Rakyat, BTN...
Demi Rumah Rakyat, BTN Gelar Akad Kredit Massal 21.000 Unit
Berita Terkini
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
1 menit yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
9 menit yang lalu
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
32 menit yang lalu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
47 menit yang lalu
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
1 jam yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
1 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved