USD Makin Perkasa, Rupiah Berakhir Memburuk

Rabu, 18 Oktober 2017 - 17:00 WIB
USD Makin Perkasa, Rupiah...
USD Makin Perkasa, Rupiah Berakhir Memburuk
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ditutup ambles dari penutupan kemarin. Kondisi mata uang garuda terjadi saat USD terus bergerak menguat.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah melemah ke level Rp13.515/USD atau tidak lebih baik dibanding sebelumnya di level Rp13.505/USD dengan kisaran harian Rp13.498-Rp13.515/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.513/USD atau semakin memburuk dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.507/USD. Rupiah sendiri berada pada kisaran level Rp13.501-Rp13.519/USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir di level Rp13.505/USD atau stagnan dari penutupan kemarin di level yang sama.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan di level Rp13.514/USD atau melemah dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.490/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, USD naik tipis, karena pasar menunggu berita lebih lanjut mengenai penunjukan pemimpin The Fed dan kemajuan dalam reformasi pajak AS.

Indeks USD naik 0,1% ke level 93,58, memperpanjang kenaikan dari level terendah dalam 2,5 pekan ke leveldi 92.749 pada Jumat. Hal ini naik setinggi 93.729 pada Selasa.

"Berita semalam tentang kemajuan dalam negosiasi mengenai rencana pajak AS yang baru tampaknya bernilai USD, tapi kita harus melihat beberapa data ekonomi yang kuat sebelum USD turun lebih tinggi," kata Jane Foley, ahli strategi FX senior di Rabobank.

Anggota Partai Senat AS apda Senin memperoleh dukungan penting untuk pemungutan suara mengenai resolusi anggaran yang sangat penting bagi harapan Presiden Donald Trump untuk menandatangani UU perpajakan menjadi UU sebelum Januari.

Ahli strategi Morgan Stanley mencatat bahwa reformasi tersebut mungkin terjadi pada saat AS telah menghabiskan semua kapasitas cadangannya. Investor juga akan fokus pada data Beige Book AS di kemudian hari, dengan beberapa kemungkinan mewaspadai pembelian USD secara agresif setelah data inflasi AS mengecewakan.

Euro bertahan dalam kisaran kecil dan mendatar terhadap USD di level 1.1757.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
38 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved