Jokowi dan Gubernur Sumut Bahas Percepatan Sertifikasi Tenaga Konstruksi

Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:28 WIB
Jokowi dan Gubernur...
Jokowi dan Gubernur Sumut Bahas Percepatan Sertifikasi Tenaga Konstruksi
A A A
MEDAN - Presiden Joko Widodo membuka acara percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi secara serentak di seluruh Indonesia tahun 2017, yang dipusatkan di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Melalui video conference yang disaksikan Gubernur Sumatra Utara, Tengku Erry Nuradi di lokasi proyek underpass Titi Kuning Brigjen Katamso Medan, Jokowi mengingatkan pentingnya pembangunan infrastruktur kepada tenaga kerja konstruksi. Infrastruktur merupakan salah satu kunci memenangkan persaingan global.

"Kita sekarang berada pada era kompetisi global, kompetisi antarnegara dan salah satu kunci untuk memenangkan persaingan, memenangkan kompetisi, adalah pembangunan infrastruktur. Ini menjadi fondasi yang sangat mendasar sekali," kata Jokowi.

Selain pembangunan fisik, Jokowi juga mengingatkan pentingnya pembangunan sumber daya manusia. Menurut dia, Indonesia akan gagal bersaing dengan negara lain bila SDM dan infrastruktur tidak dibangun maksimal.

"Jangan bermimpi kita bisa bersaing dengan negara negara lain, bisa berkompetisi dengan negara lain dan memenangkannya kalau infrastruktur kita tertinggal," tegas Kepala Negara.

Presiden juga mengingatkan para pekerja konstruksi agar jangan berhenti hanya pada sertifikat. "Sertifikat memang perlu, tapi jangan berhenti hanya pada selembar sertifikat. Saya minta mutunya, kualitasnya, standar-standarnya terus dijaga," ucapnya.

Jokowi menjelaskan, penjaminan mutu tenaga kerja konstruksi dilakukan dengan terus menerus, mengadakan pelatihan-pelatihan untuk mengadaptasi perkembangan teknologi terbaru. Karena setiap saat teknologi berubah. Mengingat kemajuan teknologi yang sangat cepat termasuk bidang konstruksi.

"Jangan sampai Program Percepatan Sertifikasi ini jadi ajang untuk transaksi sertifikasi. Agar tujuan utamanya dapat tercapai. Yang tujuan utamanya adalah kualitas, mutu dan standar-standar yang ada," tegasnya.

Sebelumnya, Plt Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga melaporkan bahwa kegiatan percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi merupakan upaya merespons percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"Diharapkan juga sertifikat ini akan meningkatkan kapasitas tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan bagi pemilik sertifikat, dan memberikan hasil pekerjaan yang lebih berkualitas," kata Danis.

Perserta uji kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja ini, lanjutnya, berjumlah 9.700 tenaga kerja yang tersebar di Indonesia. Sebanyak 9.700 orang ini dibagi menjadi dua kategori yaitu tenaga terampil 9.045 orang. "Yang bahasa sehari-harinya mandor, tukang, pelaksana, surveyor, operator dan pengawas," katanya.

Yang kedua tenaga ahli sebanyak 655 orang yang sehari-hari mereka tenaga ahli dibidang K3, administrasi kontrak, manajemen proyek dan manajemen proyek. Danis juga menyampaikan rincian di wilayah, dimana Aceh dan Sumatra Utara ada 1.088 peserta bekerja pada proyek jalan dan jembatan. 402 peserta di Palembang yang bekerja pada proyek-proyek ASEAN.

Di Surabaya 621 peserta yang bekerja di berbagai proyek rumah susun. Juga di Banjarmasin 406 di proyek rusunawa. Sedangkan di Makassar 836 peserta bekerja di proyek jalan dan jembatan di seluruh Sulawesi. Begitu juga di Jayapura sebanyak 1.017 peserta yang bekerja di proyek jalan dan jembatan di Papua dan Papua Barat.

"Khusus di Jakarta sebanyak 5.328 peserta yang bekerja di proyek Gelora Bung Karno Senayan, LRT Cabang Bekasi, MRT, pemeliharaan jalan dan jembatan serta Sumber daya air di wilayah Jabodetabek," sebutnya.

Tengku Erry Nuradi pada kesempatan itu mengharapkan dengan adanya Tenaga kerja bersertifikat, kondisi konstruksi proyek-proyek yang ada di Provinsi Sumatra Utara memenuhi standar yang telah ditetapkan.

"Mudah-mudahan dengan sertifikasi ini para tenaga kerja konstruksi memiliki kualitas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan tentunya hasil kerjanya juga berkualitas," ujar Erry.

Erry juga menyampaikan bahwa dari laporan yang diterima, Proyek Underpass Brigjen Katamso-Titi Kuning Medan akan berlangsung dalam waktu kurang lebih 18 bulan. "Diperkirakan pertengahan 2018, underpass yang pertama di Sumatra ini akan selesai," sebut Erry.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Infrastruktur yang Dibangun...
Infrastruktur yang Dibangun Jokowi Dinilai Bawa Optimisme Ekonomi
Jokowi Tunjukkan Capaian...
Jokowi Tunjukkan Capaian Pembangunan Infrastruktur Selama 6 Tahun
Tahun 2021 Tetap Diisi...
Tahun 2021 Tetap Diisi dengan Pembangunan Infrastruktur dan SDM
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Jokowi ke Relawan Nusantara...
Jokowi ke Relawan Nusantara Bersatu: Kita Tidak Bisa Bersaing Kalau Jalannya Masih Becek
Revitalisasi Kampung...
Revitalisasi Kampung Ulos Huta Raja, Jokowi: Lestarikan Warisan Pusaka Bangsa
Berita Terkini
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
23 menit yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
54 menit yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
1 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
1 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
2 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
2 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved