Rupiah Berakhir Ambruk, USD Dekati Posisi Tertinggi Tiga Bulan
Rabu, 25 Oktober 2017 - 17:20 WIB
Rupiah Berakhir Ambruk, USD Dekati Posisi Tertinggi Tiga Bulan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari, Rabu (25/10/2017) ditutup masih sulit keluar dari zona merah. Penyusutan mata uang garuda terjadi saat USD mendapat dorongan saat melawan Yen Jepang untuk mendekati level tertinggi dalam tiga bulan.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir tak berdaya ke level Rp13.575/USD atau tidak lebih baik dibanding sesi penutupan sebelumnya di level Rp13.530/USD. Pergerakan harian rupiah sendiri berada di kisaran Rp13.528-Rp13.575/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.578/USD atau melemah dari kemarin yang bertengger ke level Rp13.533/USD. Rupiah sendiri berada pada kisaran level Rp13.563-Rp13.585/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir pada level Rp13.565/USD atau semakin lesu dibandingkan dari penutupan kemarin di level Rp13.520/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan di level Rp13.570/USD atau merosot tajam dibanding perdagangan sebelumnya di level Rp13.529/USD.
Seperti dilansir Reuters, USD mendekati posisi tertinggi dalam tiga bulan saat melawan Yen, didukung laporan bahwa Senator Partai Republik John Taylor kemungkinan besar bakal menjadi Kepala Federal Reserve AS atau Gubernur Bank Sentral berikutnya. Dolar Australia menjadi penggerak terbesar di antara mata uang utama, usai mengalami kejatuhan 0,8% terhadap USD.
USD naik 0,2% terhadap beberapa mata uang utama lainnya untuk mendekati level tertinggi dalam tiga pekan. Sementara Euro berdiri kokoh pada posisi 1.1761 terhadap USD, ketika fokus investor menjelang rapat Bank Sentral Eropa.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir tak berdaya ke level Rp13.575/USD atau tidak lebih baik dibanding sesi penutupan sebelumnya di level Rp13.530/USD. Pergerakan harian rupiah sendiri berada di kisaran Rp13.528-Rp13.575/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.578/USD atau melemah dari kemarin yang bertengger ke level Rp13.533/USD. Rupiah sendiri berada pada kisaran level Rp13.563-Rp13.585/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir pada level Rp13.565/USD atau semakin lesu dibandingkan dari penutupan kemarin di level Rp13.520/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan di level Rp13.570/USD atau merosot tajam dibanding perdagangan sebelumnya di level Rp13.529/USD.
Seperti dilansir Reuters, USD mendekati posisi tertinggi dalam tiga bulan saat melawan Yen, didukung laporan bahwa Senator Partai Republik John Taylor kemungkinan besar bakal menjadi Kepala Federal Reserve AS atau Gubernur Bank Sentral berikutnya. Dolar Australia menjadi penggerak terbesar di antara mata uang utama, usai mengalami kejatuhan 0,8% terhadap USD.
USD naik 0,2% terhadap beberapa mata uang utama lainnya untuk mendekati level tertinggi dalam tiga pekan. Sementara Euro berdiri kokoh pada posisi 1.1761 terhadap USD, ketika fokus investor menjelang rapat Bank Sentral Eropa.
(akr)