IHSG Diperkirakan Cenderung Terkoreksi Usai Cetak Rekor
Kamis, 26 Oktober 2017 - 08:45 WIB
IHSG Diperkirakan Cenderung Terkoreksi Usai Cetak Rekor
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, diperkirakan oleh Analis Reliance Securities Lanjar Nafi akan bergerak cenderung terkoreksi dengan range pergerakan 5.990-6.030. Lebih lanjut Ia menerangkan bursa saham Tanah Air sebelumnya berhasil break out resistance dan mencapai channeling regresion pada level 6.010.
Pergerakan yang jenuh beli terlihat dari Indikator Stochastic dan RSI, sehingga probabilitas terkoreksi cukup tinggi. "Beberapa pola pergerakan sebelumnya ditahun ini setelah mengalami penguatan signifikan cenderung mengalami koreksi seperti pada bulan April, Juni dan Juli," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/10/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup mencetak rekor tertinggi menguat 73,36 poin sebesar 6.025,43 setelah optimisme saham-saham konstruksi dan produsen semen pada rekor goverment spending tahun 2018 yang telah disetujui sebesar Rp2.221 triliun dengan perkiraan PDB tumbuh 5,4%.
"Indeks Industri dasar dan properti konstruksi memimpin penguatan. Aksi beli investor asing pun terlihat dengan net buy Rp130,39 miliar dengan saham BMRI dan UNTR menjadi yang terlaris," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat diperhatikan di antaranya PT XL Axiata Tbk. (EXCL), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) dan PT Elnusa Tbk. (ELSA). Selanjutnya saham lain yang patut dicermati yakni PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA), PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) serta PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).
Pergerakan yang jenuh beli terlihat dari Indikator Stochastic dan RSI, sehingga probabilitas terkoreksi cukup tinggi. "Beberapa pola pergerakan sebelumnya ditahun ini setelah mengalami penguatan signifikan cenderung mengalami koreksi seperti pada bulan April, Juni dan Juli," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/10/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup mencetak rekor tertinggi menguat 73,36 poin sebesar 6.025,43 setelah optimisme saham-saham konstruksi dan produsen semen pada rekor goverment spending tahun 2018 yang telah disetujui sebesar Rp2.221 triliun dengan perkiraan PDB tumbuh 5,4%.
"Indeks Industri dasar dan properti konstruksi memimpin penguatan. Aksi beli investor asing pun terlihat dengan net buy Rp130,39 miliar dengan saham BMRI dan UNTR menjadi yang terlaris," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat diperhatikan di antaranya PT XL Axiata Tbk. (EXCL), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) dan PT Elnusa Tbk. (ELSA). Selanjutnya saham lain yang patut dicermati yakni PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA), PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) serta PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).
(akr)
Lihat Juga :