17 Tahun Vakum, Maluku Utara Kembali Ekspor Produk Perikanan

Kamis, 26 Oktober 2017 - 11:48 WIB
17 Tahun Vakum, Maluku...
17 Tahun Vakum, Maluku Utara Kembali Ekspor Produk Perikanan
A A A
TERNATE - Maluku Utara adalah provinsi yang menjadi salah satu sumber penghasil ikan terbesar di Indonesia, bahkan dunia. Namun sayangnya, selama tujuh belas tahun terakhir, ekspor produk perikanan yang berasal dari wilayah tangkap Maluku Utara tidak dapat dilakukan langsung dari provinsi tersebut, melainkan melalui Bitung, Makasar, Bali, dan Surabaya. Namun, tahun ini mimpi masyarakat Maluku Utara untuk dapat mengekspor produk perikanannya secara mandiri akhirnya terwujud.

Selama ini, devisa ekspor dan pendapatan asli daerah dari sektor perikanan masuk ke provinsi di luar Maluku Utara. Hal tersebut sangat disayangkan, karena itulah satu tahun terakhir ini, Bea Cukai berkoordinasi dengan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, dan semua pihak terkait untuk menyakinkan para pelaku UMKM sektor perikanan untuk melakukan ekspor.

"Bea Cukai berkoordinasi dengan BI Provinsi Maluku Utara, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Karantina Provinsi Maluku Utara, dan didukung oleh beberapa BUMN seperti maskapai penerbangan dan perbankan, untuk meyakinkan para pelaku UMKM sektor perikanan Maluku Utara agar mulai mengekspor secara mandiri,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Musafak, saat melepas langsung pemberangkatan kapal KM Mentari, pengangkut kontener produk ikan, di Pelabuhan Tobelo Halmahera Utara, Selasa (24/10).

Dijelaskan Musafak, ekspor perdana ini dilakukan oleh CV Markindo Raya yang berdomisili di Desa Pale Tobelo. Komoditi yang diekspor, dengan negara tujuan Jepang, ialah berupa ikan asap kering (dried smoked fish) sebanyak 11.046 kilogram, dengan nilai devisa ekspor USD34,194 atau sekitar Rp460 Juta.

“Eksportasi ini di bawah pengawasan Pos Bantu Bea Cukai Ternate dan telah menggunakan aplikasi pelayanan ekspor berbasis online yang dikembangkan Bea Cukai Ternate,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia berharap dengan berjalannya ekspor dibidang perikanan, dapat mendorong perekonomian dan meningkatkan penerimaan daerah sehingga dapat menunjang pembangunan di Provinsi Maluku Utara.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bea Cukai Pantoloan...
Bea Cukai Pantoloan Ikuti Kinerja Ekspor Perikanan
Impor Bibit dan Benih...
Impor Bibit dan Benih untuk Industri Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Bebas Bea Masuk
KPK Telusuri Proses...
KPK Telusuri Proses Penyidikan Bea Cukai Soetta Terkait Penyeludupan Benur
Bea Cukai Pantoloan...
Bea Cukai Pantoloan Kawal Ekspor Perdana Hasil Perikanan Sulawesi Tengah
Pemerintah Resmi Menaikkan...
Pemerintah Resmi Menaikkan Cukai Rokok 10 Persen untuk Tahun Depan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
2 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
2 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
3 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
3 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
3 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved