Rupiah Diramal Bakal Kembali Terdepresiasi
Jum'at, 27 Oktober 2017 - 09:06 WIB
Rupiah Diramal Bakal Kembali Terdepresiasi
A
A
A
JAKARTA - Pelemahan rupiah diperkirakan bakal kembali terjadi, seiring belum adanya sentimen positif. Sehingga dikhawatirkan dapat membuat rupiah kembali terdepresiasi, ketika pada sesi perdagangan sebelumnya merosot cukup tajam.
"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (27/10/2017).
Diperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.601/USD dan resisten Rp13.553/USD. Sementara, belum adanya sentimen positif yang signifikan mampu mengangkat level rupiah membuat pergerakannya cenderung kembali melanjutkan pelemahannya.
Adanya berita positif dari laju EUR yang menguat sebagai antisipasi dari pertemuan ECB yang akan kembali membahas masalah program pembelian surat utang tampaknya tidak berimbas positif pada laju rupiah.
Bahkan melemahnya laju USD seiring dengan terapreasiasinya EUR dan aksi menahan diri pelaku pasar terhadap kepastian nama pengganti Yellen juga tidak membuat laju rupiah menguat. "Minimnya sentimen dari dalam negeri dan belum adanya pemicu kenaikan membuat pelaku pasar lebih memilih masuk mata uang lainnya yang jelas memiliki tren kenaikan," pungkasnya.
"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (27/10/2017).
Diperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.601/USD dan resisten Rp13.553/USD. Sementara, belum adanya sentimen positif yang signifikan mampu mengangkat level rupiah membuat pergerakannya cenderung kembali melanjutkan pelemahannya.
Adanya berita positif dari laju EUR yang menguat sebagai antisipasi dari pertemuan ECB yang akan kembali membahas masalah program pembelian surat utang tampaknya tidak berimbas positif pada laju rupiah.
Bahkan melemahnya laju USD seiring dengan terapreasiasinya EUR dan aksi menahan diri pelaku pasar terhadap kepastian nama pengganti Yellen juga tidak membuat laju rupiah menguat. "Minimnya sentimen dari dalam negeri dan belum adanya pemicu kenaikan membuat pelaku pasar lebih memilih masuk mata uang lainnya yang jelas memiliki tren kenaikan," pungkasnya.
(akr)