Rupiah Akhir Pekan Dibuka Anjlok Tembus Rp13.600/USD
Jum'at, 27 Oktober 2017 - 10:27 WIB
Rupiah Akhir Pekan Dibuka Anjlok Tembus Rp13.600/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi, Jumat (27/10/2017) dibuka anjlok hingga tembus level Rp13.600/USD. Kejatuhan mata uang Garuda pada perdagangan akhir pekan terjadi saat USD berdiri kokoh untuk berada di jalur keuntungan mingguan terbesar.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka pada level Rp13.630/USD atau memburuk dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.560/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi bertengger di level Rp13.639/USD atau merosot tajam dari posisi sebelumnya yang berada pada level Rp13.587/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.608-Rp13.651/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.613/USD atau tidak lebih baik dibanding penutupan tengah pekan kemarin yang berada di level Rp13.581/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini berada di level Rp13.578/USD atau sedikit membaik dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.581/USD. Pergerakan harian Rupiah berada di kisaran level Rp13.578-13.640/USD.
Seperti dilansir Reuters hari ini, dolar melompat tinggi di awal perdagangan ketika euro merosot ke posisi terendah dalam tiga bulan setelah Bank Sentral Eropa memperpanjang pembelian obligasi dan mengurangi kemungkinan bahwa akan terjadi kenaikan suku bunga di 2018.
Tercatat euro turun 0,15% terhadap USD ke level 1.1633 setelah menyentuh 1.1624 pada sesi sebelumnya, atau menjadi tingkat terendah sejak Juli 26. Selama sepakan euro telah kehilangan sebesar 1,3%.
Mata uang umum merosot melawan greenback di tengah kehati-hatian ECB dan pendekatan menyoroti siapa yang akan memimpin Federal Reserve berikutnya apakah siap untuk menaikkan kembali suku bung AS pada bulan Desember untuk terus menormalisasi kebijakan moneter.
Indeks USD yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, bertambah 0,2% ke posisi 94.800, atau menjadi yang terbaik dalam tiga bulan dan di jalur untuk keuntungan mingguan sebesar 1,1%.
Selain itu USD juga meningkat 0,15% untuk berada di level 114.155 saat melawan Yen Jepang, ketika tengah pekan kemarin menyentuh posisi 114.245. Sepanjang pekan ini, mata uang Negeri Paman Sam bertamb 0,5%. Euro terlihat mendatar di posisi 132.840 terhadap yen setelah menjauhi posisi terendah di 132.590.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka pada level Rp13.630/USD atau memburuk dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.560/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi bertengger di level Rp13.639/USD atau merosot tajam dari posisi sebelumnya yang berada pada level Rp13.587/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.608-Rp13.651/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.613/USD atau tidak lebih baik dibanding penutupan tengah pekan kemarin yang berada di level Rp13.581/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini berada di level Rp13.578/USD atau sedikit membaik dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.581/USD. Pergerakan harian Rupiah berada di kisaran level Rp13.578-13.640/USD.
Seperti dilansir Reuters hari ini, dolar melompat tinggi di awal perdagangan ketika euro merosot ke posisi terendah dalam tiga bulan setelah Bank Sentral Eropa memperpanjang pembelian obligasi dan mengurangi kemungkinan bahwa akan terjadi kenaikan suku bunga di 2018.
Tercatat euro turun 0,15% terhadap USD ke level 1.1633 setelah menyentuh 1.1624 pada sesi sebelumnya, atau menjadi tingkat terendah sejak Juli 26. Selama sepakan euro telah kehilangan sebesar 1,3%.
Mata uang umum merosot melawan greenback di tengah kehati-hatian ECB dan pendekatan menyoroti siapa yang akan memimpin Federal Reserve berikutnya apakah siap untuk menaikkan kembali suku bung AS pada bulan Desember untuk terus menormalisasi kebijakan moneter.
Indeks USD yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, bertambah 0,2% ke posisi 94.800, atau menjadi yang terbaik dalam tiga bulan dan di jalur untuk keuntungan mingguan sebesar 1,1%.
Selain itu USD juga meningkat 0,15% untuk berada di level 114.155 saat melawan Yen Jepang, ketika tengah pekan kemarin menyentuh posisi 114.245. Sepanjang pekan ini, mata uang Negeri Paman Sam bertamb 0,5%. Euro terlihat mendatar di posisi 132.840 terhadap yen setelah menjauhi posisi terendah di 132.590.
(akr)