Rupiah Akhir Pekan Ditutup Makin Terpuruk, Euro Tergelincir
Jum'at, 27 Oktober 2017 - 16:53 WIB
Rupiah Akhir Pekan Ditutup Makin Terpuruk, Euro Tergelincir
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (27/10/2017) masih sulit keluar dari zona merah. Terpuruknya mata uang garuda terjadi saat euro tergelincir.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah melemah ke level Rp13.615/USD atau tidak lebih baik dibanding sebelumnya di level Rp13.581/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan akhir pekan Rp13.578-13.640/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini juga masih tidak berdaya di level Rp13.609/USD atau melemah dibanding penutupan sebelumnya Rp13.587/USD. Rupiah sendiri hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.592-Rp13.651/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir di level Rp13.620/USD atau jauh memburuk dibanding dari penutupan sebelumnya di level Rp13.581/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan di level Rp13.630/USD atau melemah dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp13.560/USD.
Seperti dilansir Reuters, euro tergelincir untuk hari kedua pada perdagangan akhir pekan untuk berada dalam kerugian terbesar, setelah Bank Sentral Eropa memperpanjang pembelian obligasi tahun depan. Investor masih menaruh perhatian kepada AS terkait kemungkinan kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun.
Sedangkan untuk Eropa diharapkan dapat meningkatkan tingkat suku bunga di tahun-tahun mendatang. Euro tercatat jatuh saat melawan USD menjadi 1.1626 untuk menjadi kerugian mingguan terbesar sejak kuartal keempat tahun 2016.
Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam saingan mata uang utama, bertambah 0,2% ke level 94.800, untuk berada pada posisi terbaik tiga bulan dan di jalur untuk keuntungan mingguan sebesar 1,1%.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah melemah ke level Rp13.615/USD atau tidak lebih baik dibanding sebelumnya di level Rp13.581/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan akhir pekan Rp13.578-13.640/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini juga masih tidak berdaya di level Rp13.609/USD atau melemah dibanding penutupan sebelumnya Rp13.587/USD. Rupiah sendiri hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.592-Rp13.651/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir di level Rp13.620/USD atau jauh memburuk dibanding dari penutupan sebelumnya di level Rp13.581/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan di level Rp13.630/USD atau melemah dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp13.560/USD.
Seperti dilansir Reuters, euro tergelincir untuk hari kedua pada perdagangan akhir pekan untuk berada dalam kerugian terbesar, setelah Bank Sentral Eropa memperpanjang pembelian obligasi tahun depan. Investor masih menaruh perhatian kepada AS terkait kemungkinan kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun.
Sedangkan untuk Eropa diharapkan dapat meningkatkan tingkat suku bunga di tahun-tahun mendatang. Euro tercatat jatuh saat melawan USD menjadi 1.1626 untuk menjadi kerugian mingguan terbesar sejak kuartal keempat tahun 2016.
Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam saingan mata uang utama, bertambah 0,2% ke level 94.800, untuk berada pada posisi terbaik tiga bulan dan di jalur untuk keuntungan mingguan sebesar 1,1%.
(akr)