HSBC Cetak Pertumbuhan Laba 448%

Senin, 30 Oktober 2017 - 16:54 WIB
HSBC Cetak Pertumbuhan...
HSBC Cetak Pertumbuhan Laba 448%
A A A
LONDON - Salah satu perbankan terbesar di dunia yakni HSBC mencatatkan lompatan besar pertumbuhan laba, dengan pengaruh terbesar berasal dari pertumbuhan bisnis di Asia. Laba bank yang berpusat di Inggris tersebut melaporkan laba kuartalan sebelum pajak mencapai sebesar USD4,6 miliar secara tiga bulanan hingga akhir September.

Seperti dilansir BBBC, Senin (30/10/2017) angka tersebut menandai peningkatan besar mencapai 448% dari USD843 juta yang berhasil diraih pada periode yang sama tahun lalu. Pada saat itu HSBC mengalami krisis setelah mengalami penurunan USD1,7 miliar akibat dari penjualan unit di Brazil.

Hasil terbaru sesuai dengan ekspektasi pasar dan dibantu oleh pemotongan biaya dan fokus di Asia."Kami pivot Asia adalah mengarahkan keuntungan yang lebih tinggi dan pinjaman pertumbuhan, terutama di Hong Kong dan Pearl River Delta," ujar Kepala Eksekutif HSB Stuart Gulliver dalam sebuah pernyataan.

Penghasilan perusahaan mendapatkan dorongan dari premi yang lebih tinggi dari asuransi dan aset manajemen bisnis di Asia. Saham HSBC terlihat meningkat lebih dari 1% dalam perdagangan sore di Hong Kong setelah mengumumkan update penghasilan.

Sejak krisis keuangan 2008, HSBC telah memangkas pekerjaan dan menjual beberapa aset mereka untuk membuat grup lebih menguntungkan, sementara perusahaan masih membuat pembayaran dividen kepada pemegang saham. Bank terus mencatatkan pertumbuhan positif di Asia, untuk menjadi salah satu yang tercepat.

Hal tersebut telah menjadi bagian dari strategi untuk memperluas bisnis dan menggantik kerugian. "Untuk mengembangkan dibutuhkan kunci untuk memastikan kita membangun dan meningkatkan HSBC dan menjadi momentum sekarang," ujar Chairman Baru Mark Tucker.

Inisiatif tersebut akan dipimpin oleh CEO Flint yang mengambil alih setelah keluarnya Kepala Eksekutif HSBC Stuart Gullive dan akan memulai peran barunya Februari, mendatang. Flint mengatakan bank harus berinovasi dan mempercepat laju perubahan yang diperlukan untuk memenuhi harapan para pemegang saham, nasabah dan karyawan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Green Loan Dukung Ekonomi...
Green Loan Dukung Ekonomi Sirkular untuk Pelestarian Lingkungan
HSBC Akuisisi Silicon...
HSBC Akuisisi Silicon Valley Bank di Inggris Seharga 1 Poundsterling
Dukung Akselerasi Pemulihan...
Dukung Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional, HSBC Ambil Bagian dalam Konektivitas Investasi Global ke Indonesia
Dua Bank China di Indonesia:...
Dua Bank China di Indonesia: Salah Satunya Lebih Tua dari BRI
Investasi Asing di RI...
Investasi Asing di RI Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi, Ini Peran HSBC
Ekonomi Global Didera...
Ekonomi Global Didera Inflasi Tinggi, Transisi Energi Kian Menantang
Berita Terkini
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
7 menit yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
36 menit yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
2 jam yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
2 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved