Kejar Setoran Pajak, Sri Mulyani Pastikan Tak Akan Buat Masyarakat Resah
Selasa, 31 Oktober 2017 - 13:50 WIB
Kejar Setoran Pajak, Sri Mulyani Pastikan Tak Akan Buat Masyarakat Resah
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini mengadakan rapat pimpinan (rapim) dengan seluruh pejabat eselon di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu. Hal ini demi mengejar setoran pajak tahun 2017 yang tinggal dua bulan lagi.
Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017, pemerintah menargetkan setoran pajak sebesar Rp1.283,6 triliun. Sedangkan realisasi penerimaan pajak hingga 30 September 2017 baru Rp770,7 triliun dan Oktober diperkirakan hanya bertambah menjadi Rp882,8 triliun atau 68,7% dari target.
Dia mengatakan, semua Kantor Pelayanan Pajak (KPP) masih akan berusaha untuk menggenjot penerimaan pajak tahun ini. Namun dipastikan, upaya tersebut tidak akan menimbulkan keresahan di masyarakat.
"Hanya bisa dilakukan kalau data-datanya bagus, pendekatannya profesional. Sehingga wajib pajak itu memahami kalau ada data dan bukti yang bagus, mereka akan memahami kewajiban pembayaran pajaknya," katanya di Gedung Ditjen Pajak Kemenkeu, Jakarta, Selasa (31/10/2017).
Menurutnya, pengaruh program pengampunan pajak (tax amnesty) hingga saat ini masih terasa terhadap penerimaan negara. Selain itu, mantan Menko bidang Perekonomian ini menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai menunjukkan perbaikan dan berdampak pada meningkatnya penerimaan pajak.
"Secara umum, pengaruh tax amnesty masih terasa sekali, sehingga targetnya mesti diteliti lagi. Penerimaan pajak tanpa tax amnesty kalau dibersihkan tanpa tax amnesty sebetulnya pertumbuhannya baik. Ekonomi menunjukkan tren yang positif, ekspor mulai pick up. Itu mulai ditunjukkan di beberapa KPP, mereka mendapatkan penerimaan yang meningkat," imbuh dia.
Kendati masih berusaha mengejar penerimaan pajak, namun Sri Mulyani memastikan bahwa pihaknya tidak menggunakan strategi khusus. Pihaknya hanya akan mengejar setoran pajak dari database yang dimiliki pemerintah.
"Enggak ada strategi khusus, kami tetap melakukan dari sisi database, pengumpulan, inteligent yang bisa di share diantara semua KPP," tandasnya.
Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017, pemerintah menargetkan setoran pajak sebesar Rp1.283,6 triliun. Sedangkan realisasi penerimaan pajak hingga 30 September 2017 baru Rp770,7 triliun dan Oktober diperkirakan hanya bertambah menjadi Rp882,8 triliun atau 68,7% dari target.
Dia mengatakan, semua Kantor Pelayanan Pajak (KPP) masih akan berusaha untuk menggenjot penerimaan pajak tahun ini. Namun dipastikan, upaya tersebut tidak akan menimbulkan keresahan di masyarakat.
"Hanya bisa dilakukan kalau data-datanya bagus, pendekatannya profesional. Sehingga wajib pajak itu memahami kalau ada data dan bukti yang bagus, mereka akan memahami kewajiban pembayaran pajaknya," katanya di Gedung Ditjen Pajak Kemenkeu, Jakarta, Selasa (31/10/2017).
Menurutnya, pengaruh program pengampunan pajak (tax amnesty) hingga saat ini masih terasa terhadap penerimaan negara. Selain itu, mantan Menko bidang Perekonomian ini menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai menunjukkan perbaikan dan berdampak pada meningkatnya penerimaan pajak.
"Secara umum, pengaruh tax amnesty masih terasa sekali, sehingga targetnya mesti diteliti lagi. Penerimaan pajak tanpa tax amnesty kalau dibersihkan tanpa tax amnesty sebetulnya pertumbuhannya baik. Ekonomi menunjukkan tren yang positif, ekspor mulai pick up. Itu mulai ditunjukkan di beberapa KPP, mereka mendapatkan penerimaan yang meningkat," imbuh dia.
Kendati masih berusaha mengejar penerimaan pajak, namun Sri Mulyani memastikan bahwa pihaknya tidak menggunakan strategi khusus. Pihaknya hanya akan mengejar setoran pajak dari database yang dimiliki pemerintah.
"Enggak ada strategi khusus, kami tetap melakukan dari sisi database, pengumpulan, inteligent yang bisa di share diantara semua KPP," tandasnya.
(ven)
Lihat Juga :