JK Ingin Freeport Terus Investasi, Divestasi Tak Perlu Buru-buru
Kamis, 02 November 2017 - 12:57 WIB
JK Ingin Freeport Terus Investasi, Divestasi Tak Perlu Buru-buru
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menginginkan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk terus berinvestasi, tidak perlu tergesa-gesa melakukan pengurangan (divestasi) sebagian saham.
JK mengatakan, masih banyak lahan yang bisa digarap oleh perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu, sehingga jangan ditinggalkan begitu saja.
"Freeport percepat divestasi, padahal investasi green field masih banyak. Fasilitas yang belum selesai lebih baik diselesaikan, jangan terlalu cepat ambil keputusan yang ada," ujarnya di Jakarta, Kamis (2/11/2017).
Skema divestasi, kata JK, tidak selamanya menguntungkan sebuah negara. Contohnya Venezuela yang gencar menasionalisasi perusahaan asing tapi akhirnya justru bangkrut.
"Itu masalah di Venezuela, dia bangkrut, semua mau dinasionalisasi. Lalu terjadi ketidakmampuan, kita sih berharap mampu tapi butuh modal dari luar," kata dia.
Menurut JK, publik harus mendapatkan informasi yang sejelasnya terkait keberadaan perusahaan asing agar ujungnya Indonesia tidak ditinggal investor seperti Venezuela.
"Agar masyarakat diberi pesan punya modal cukup bikin smelter, kondisi migas kita stagnan karena kita tidak konsisten membangun. Banyak negara lain sebabkan masalah di kemudian hari ambil kebijakan yang bikin orang enggak percaya," jelas JK.
JK mengatakan, masih banyak lahan yang bisa digarap oleh perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu, sehingga jangan ditinggalkan begitu saja.
"Freeport percepat divestasi, padahal investasi green field masih banyak. Fasilitas yang belum selesai lebih baik diselesaikan, jangan terlalu cepat ambil keputusan yang ada," ujarnya di Jakarta, Kamis (2/11/2017).
Skema divestasi, kata JK, tidak selamanya menguntungkan sebuah negara. Contohnya Venezuela yang gencar menasionalisasi perusahaan asing tapi akhirnya justru bangkrut.
"Itu masalah di Venezuela, dia bangkrut, semua mau dinasionalisasi. Lalu terjadi ketidakmampuan, kita sih berharap mampu tapi butuh modal dari luar," kata dia.
Menurut JK, publik harus mendapatkan informasi yang sejelasnya terkait keberadaan perusahaan asing agar ujungnya Indonesia tidak ditinggal investor seperti Venezuela.
"Agar masyarakat diberi pesan punya modal cukup bikin smelter, kondisi migas kita stagnan karena kita tidak konsisten membangun. Banyak negara lain sebabkan masalah di kemudian hari ambil kebijakan yang bikin orang enggak percaya," jelas JK.
(izz)
Lihat Juga :