Kinerja Ekspor Jawa Barat Nyaris Tembus Rp300 Triliun

Kamis, 02 November 2017 - 15:44 WIB
Kinerja Ekspor Jawa...
Kinerja Ekspor Jawa Barat Nyaris Tembus Rp300 Triliun
A A A
BANDUNG - Kinerja ekspor Jawa Barat (Jabar) selama sembilan bulan terakhir tembus Rp290 triliun. Sektor tertinggi penyumbang ekspor Jabar yaitu kendaraan bermotor dan bagiannya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat, kinerja ekspor Jabar periode Januari-September tumbuh 14%. Nilai ekspor tertinggi sektor non-migas pada Agustus 2017 yang mencapai Rp37,8 triliun dan terendah pada Juni 2017 yang hanya sekitar Rp25,6 triliun.

Tingginya kinerja ekspor Jabar hingga September 2017 didorong sektor non-migas dengan nilai USD21,3 miliar atau sekitar Rp287 triliun. Sisanya, sektor migas USD182 juta, minyak mentah USD43 juta, dan hasil minyak USD138,8 juta.

"Untuk angka komulatif Januari-September, kelompok kendaraan dan bagiannya menunjukkan pertumbuhan tertinggi hingga 135%," kata Kepala BPJ Jabar Dody Herlando di Bandung, Kamis (2/11/2017).

Dari puluhan item golongan produk yang diekspor, beberapa golongan menunjukkan kinerja tertinggi yang menyumbang ekspor Jabar. Yaitu kendaraan dan bagiannya sebesar USD3,3 miliar, disusul ekspor mesin/peralatan listrik sebesar USD3,06 miliar. Sumbangan golongan lainnya seperti mesin-mesin/pesawat mekanik USD2,25 miliar, dan barang rajutan USD1,6 miliar.

Sementara, kelompok yang konsisten menurun kinerja ekspor Jabar adalah filamen buatan, karet, dan barang karet, pakaian jadi bukan rajutan, dan alas kaki. Sedangkan yang tetap tumbuh positif adalah ekspor kertas dan karton.

Secara year on year (yoy), total ekspor ke ASEAN maupun 13 negara utama tumbuh positif 3,30%, sedangkan ke negara Uni Eropa turun 2,57%. "Kontribusi dari nilai ekspor 13 negara mitra utama mencapai 61,29% terhadap total nilai ekspor non-migas Jabar. Sedangkan ASEAN menyerap 25,21%," imbuh Dody.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Pelabuhan Terbesar di...
Pelabuhan Terbesar di Indonesia Beroperasi November 2020
Pandemi, Kinerja Ekspor...
Pandemi, Kinerja Ekspor Jabar Masih Cukup Moncer, Ini Angkanya
Mendag Sebut Top 10...
Mendag Sebut Top 10 Destinasi Ekspor Utama RI Tumbuh 71,65%
Akselerasi Pemulihan...
Akselerasi Pemulihan Ekonomi, Ridwan Kamil Gali Potensi Pasar Ekspor Tiongkok
Saat Batik Jawa Barat...
Saat Batik Jawa Barat Goes to New York
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
2 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
2 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
3 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
3 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
3 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved