Saat Batik Jawa Barat Goes to New York

Minggu, 21 Maret 2021 - 17:40 WIB
loading...
Saat Batik Jawa Barat...
Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 menjadi sekolah terbaik bagi pelaku usaha UMKM untuk berinovasi. Konsep utama ini yang diperjuangkan Founder Komunitas UMKM Alumni Unpad Dewi Tenty yang kini menghimpun UMKM batik Jawa Barat untuk memenuhi permintaan dari butik di New York. Sebuah jejaring butik, Sasmita Batik, milik WNI di AS sudah menyatakan siap untuk menjualkan batik dari Jawa Barat.

"Jadi kami menawarkan ke berbagai produsen dress batik modern Jawa Barat untuk bisa masuk ke pasar AS. Jaringan toko di sana sudah siap. Tersebar di Nashville, Ohio, dan Buffalo. Pusatnya di Buffalo, negara bagian New York. Konsepnya produk batik cantik untuk pakaian sehari-hari khususnya untuk summer. Ini peluang besar untuk dikerjakan para UMKM," kata Dewi saat dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta (21/3/2021). ( Baca juga:Buka MBloc Market, Menkop Teten Ingin UMKM Makin Digdaya )

Dia bercerita upaya untuk mengekspor batik Jawa Barat mulai dilakukan sejak awal tahun ini. Berkat basis komunitas yang kuat dirinya dikenalkan pada pemilik butik di AS dan gayung pun bersambut. Rencana konkret langsung dijalankan. Produk unggulan seperti tenun Baduy diharapkan jadi unggulan karena masih dikerjakan dengan tangan pengrajin. Cerita yang inspiratif di balik pembuatan batik selalu menarik minat pembeli di AS.

"Selain itu juga ada potensi lain misalnya motif batik khas Cimahi seperti Ciawitali yang belum banyak diketahui. Lalu juga ada motif Megamendung dari Cirebon. Atau juga ada khas Garut. Kita ingin ada imej seperti istilah baju Hawai buat ke pantai. Batik juga harus seperti itu, jangan terbatas pada adibusana formal saja. Karena di sana potensi UMKM masuk," jelasnya.

Setelah pihaknya mengkurasi berbagai produsen batik yang berminat, maka berikutnya langsung akan dilanjutkan dengan mengirimkan 50-100 produk ke AS. Beberapa pertimbangan dalam kurasi seperti bahan katun yang nyaman dan kisaran harga dari Rp150 ribu hingga Rp250 ribu. Hasil penjualan awal ini akan dievaluasi untuk membaca selera pasar dan akan segera dilanjutkan mengirimkan volume lebih besar di bulan November tahun ini.

"Kami ingin membangun komunitas UMKM yang sebenarnya. Tujuan besarnya untuk ekspor produk UMKM. Mereka banyak yang kena tipu janji-janji oknum atau yang menjual pelatihan mahal. Beberapa kasus barangnya ditolak di negara tujuan dengan berbagai alasan. Kami bantu untuk foto produk atau layout para anggota. Untuk ekspor pembayaran akan beres sebelum barang dikirim. Ini murni business to business, bukan dikirim melalui negara ketiga," tegasnya.

Lebih jauh dia juga bercerita tantangan para UMKM dalam melakukan ekspor, yaitu kontinuitas pengiriman. Sering terjadi kualitas produk hanya bisa dijaga pada pengiriman pertama saja. Sementara pengiriman berikutnya mulai banyak yang tidak sesuai perjanjian. Karena itu menurutnya sangat penting peran komunitas sebagai agregator yang tidak hanya sekedar bisnis tapi juga melindungi pengusaha UMKM.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Lewat LinkUMKM BRI,...
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
Holding Ultra Mikro...
Holding Ultra Mikro Buktikan Dampak Nyata, Evanti Sukses Usaha Rumahan hingga Jadi Agen BRILink
SRC Perkuat Pemberdayaan...
SRC Perkuat Pemberdayaan UMKM, Dorong Omzet Toko Kelontong
MPStore Sabet Penghargaan...
MPStore Sabet Penghargaan DIA 2026, Pacu Inovasi Digital UMKM
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Besarkan Perindo Jatim,...
Besarkan Perindo Jatim, Ahmad Zazuli Ingin Dikenang sebagai Pejuang UMKM
Dukung UMKM, Menkeu...
Dukung UMKM, Menkeu Purbaya Kenakan Jaket Kulit Buatan Garut
Rekomendasi
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved