Satu Banding 6.300 SPBU, Jelas Tak Sebanding
Sabtu, 04 November 2017 - 18:00 WIB
Satu Banding 6.300 SPBU, Jelas Tak Sebanding
A
A
A
MENGENAKAN kemeja putih, Elia Massa Manik duduk berjejeran dengan sejumlah direksi Pertamina. Salah satunya adalah Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar. Setelah memaparkan kinerja Pertamina pada konferensi pers di Menara BCA, Kamis (2/11/2017), Elia mewanti-wanti kepada sejumlah wartawan agar tak bertanya lagi soal SPBU Vivo Energi Indonesia. Kontan, pernyataan itu disambut gelak tawa oleh hadirin. Tawa hadirin makin membuncah ketika tetap saja ada wartawan yang bertanya soal itu.
Elia tak banyak bicara soal SPBU Vivo. Justru Muchamad Iskandar yang bersemangat menjawab pertanyaan soal Vivo. Kepada sejumlah wartawan, termasuk dari SINDO Weekly, Iskandar menjelaskan kehadiran SPBU Vivo yang baru “sebiji” tak bisa dibandingkan jumlah SPBU Pertamina. Berikut petikannya:
Bagaimana tanggapan Pertamina atas beroperasinya SPBU Vivo?
Ini mohon betul-betul (diperhatikan). Kami punya outlet di seluruh Nusantara kurang lebih 6.300 SPBU. Kalau dibandingkan satu gelintir ini, tidak sebanding. Kalau (Vivo memiliki) lebih dari 50 atau 100 SPBU, baru kita bicara lagi supaya kita fair saja. Satu dibanding 6.300 itu, ya, tak sebanding. Satu itu di pusatnya ramai lagi (Cilangkap). Jadi, yang diangkat itu sebenarnya masalah fairness-nya itu.
Ada yang mengatakan Pertamina tidak efisien?
Kita buka-bukaan apakah Pertamina tidak efisien. Dengan kontribusi lewat dividen yang kami berikan kepada negara sebesar Rp12 triliun dan kami masih punya beban penyaluran BBM penugasan ke wilayah pelosok Tanah Air yang harus dikirim lewat darat, laut, dan udara itu makan biaya Rp1 triliun dengan volume 8% dari total biaya pengiriman ke daerah yang mudah terjangkau. Biaya operasionalnya sudah menghabiskan anggaran 20% sendiri.
Lalu berapa harga ideal bensin RON 88? Ingin mengetahui jawabannya? Simak wawancara selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi 36/VI/2017 yang terbit Senin (6/11/2017).
![Satu Banding 6.300 SPBU, Jelas Tak Sebanding]()
Elia tak banyak bicara soal SPBU Vivo. Justru Muchamad Iskandar yang bersemangat menjawab pertanyaan soal Vivo. Kepada sejumlah wartawan, termasuk dari SINDO Weekly, Iskandar menjelaskan kehadiran SPBU Vivo yang baru “sebiji” tak bisa dibandingkan jumlah SPBU Pertamina. Berikut petikannya:
Bagaimana tanggapan Pertamina atas beroperasinya SPBU Vivo?
Ini mohon betul-betul (diperhatikan). Kami punya outlet di seluruh Nusantara kurang lebih 6.300 SPBU. Kalau dibandingkan satu gelintir ini, tidak sebanding. Kalau (Vivo memiliki) lebih dari 50 atau 100 SPBU, baru kita bicara lagi supaya kita fair saja. Satu dibanding 6.300 itu, ya, tak sebanding. Satu itu di pusatnya ramai lagi (Cilangkap). Jadi, yang diangkat itu sebenarnya masalah fairness-nya itu.
Ada yang mengatakan Pertamina tidak efisien?
Kita buka-bukaan apakah Pertamina tidak efisien. Dengan kontribusi lewat dividen yang kami berikan kepada negara sebesar Rp12 triliun dan kami masih punya beban penyaluran BBM penugasan ke wilayah pelosok Tanah Air yang harus dikirim lewat darat, laut, dan udara itu makan biaya Rp1 triliun dengan volume 8% dari total biaya pengiriman ke daerah yang mudah terjangkau. Biaya operasionalnya sudah menghabiskan anggaran 20% sendiri.
Lalu berapa harga ideal bensin RON 88? Ingin mengetahui jawabannya? Simak wawancara selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi 36/VI/2017 yang terbit Senin (6/11/2017).

(amm)
Lihat Juga :