Rupiah Dibuka Lesu, USD Dekati Posisi Tertinggi Tiga Bulan
Senin, 06 November 2017 - 10:29 WIB
Rupiah Dibuka Lesu, USD Dekati Posisi Tertinggi Tiga Bulan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi, Senin (6/11/2017) dibuka tidak berdaya untuk melanjutkan tren negatif. Kejatuhan mata uang Garuda pada perdagangan akhir pekan terjadi saat USD terus menguat mendekati posisi tertinggi dalam tiga bulan.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka pada level Rp13.529/USD atau tidak lebib baik dibanding perdagangan akhir pekan kemarin di level Rp13.500/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi bertengger di level Rp13.545/USD atau merosot dari posisi sebelumnya yang berada pada level Rp13.498/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.523-Rp13.546/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.527/USD atau menyusut dibanding penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.502/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini berada di level Rp13.493/USD atau sedikit membaik dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.495/USD. Pergerakan harian Rupiah berada di kisaran level Rp13.493-Rp13.538/USD.
Seperti dilansir Reuters hari ini, USD diperdagangan mendekati pisisi tertinggi sejak tiga bulan terhadap beberapa mata uang utama. USD mendapatkan dorongan usai data AS mendukung harapan bahwa Federal Reserve alias Bank Sentral AS bakal kembali menaikkan suku bunga acuan.
Dolar berdiri kokoh, meskipun data pekerjaan AS menunjukkan perlambatan pertumbuhan serta peningkatan tipis dari yang diharapkan dalam non-farm payrolls pada bulan Oktober.
Dolar adalah tangguh di bangun dari underwhelming U.S. pekerjaan data yang dirilis pada hari Jumat, yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan upah dan peningkatan yang lebih kecil dari yang diharapkan dalam non-farm payrolls pada bulan Oktober.
Pada hari yang sama, sebuah survei menunjukkan kegiatan sektor jasa US menguat untuk membantu membaliknya USD dar penurunan. Meskipun pertumbuhan upah AS mengecewakan, analis tetap optimis bahwa upah akan menguat serta ada sedikit perubahan dalam ekspektasi pasar Fed untuk menaikkan suku bunga.
Indeks USD yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, terakhir berdiri di posisi 95.020. DXY, atau mendekati dari posisi tertinggi 27 Oktober di 95.150. Sedangkan saat melawan Yen Jepang, USD tercatat meningkat 0,15% menjadi 114.68 ketika USD naik setinggi 114.735 sejak pertengahan bulan Maret.
Euro berdiri mantap di posisi 1.1607 setelah tergelincir 0,5 persen pada hari Jumat. Dalam jangka pendek analis mengatakan pasar akan mengawasi untuk melihat apakah ada lebih banyak kemajuan dalam reformasi pajak AS, selain itu juga akan fokus pada kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Asia.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka pada level Rp13.529/USD atau tidak lebib baik dibanding perdagangan akhir pekan kemarin di level Rp13.500/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi bertengger di level Rp13.545/USD atau merosot dari posisi sebelumnya yang berada pada level Rp13.498/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.523-Rp13.546/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.527/USD atau menyusut dibanding penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.502/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini berada di level Rp13.493/USD atau sedikit membaik dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.495/USD. Pergerakan harian Rupiah berada di kisaran level Rp13.493-Rp13.538/USD.
Seperti dilansir Reuters hari ini, USD diperdagangan mendekati pisisi tertinggi sejak tiga bulan terhadap beberapa mata uang utama. USD mendapatkan dorongan usai data AS mendukung harapan bahwa Federal Reserve alias Bank Sentral AS bakal kembali menaikkan suku bunga acuan.
Dolar berdiri kokoh, meskipun data pekerjaan AS menunjukkan perlambatan pertumbuhan serta peningkatan tipis dari yang diharapkan dalam non-farm payrolls pada bulan Oktober.
Dolar adalah tangguh di bangun dari underwhelming U.S. pekerjaan data yang dirilis pada hari Jumat, yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan upah dan peningkatan yang lebih kecil dari yang diharapkan dalam non-farm payrolls pada bulan Oktober.
Pada hari yang sama, sebuah survei menunjukkan kegiatan sektor jasa US menguat untuk membantu membaliknya USD dar penurunan. Meskipun pertumbuhan upah AS mengecewakan, analis tetap optimis bahwa upah akan menguat serta ada sedikit perubahan dalam ekspektasi pasar Fed untuk menaikkan suku bunga.
Indeks USD yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, terakhir berdiri di posisi 95.020. DXY, atau mendekati dari posisi tertinggi 27 Oktober di 95.150. Sedangkan saat melawan Yen Jepang, USD tercatat meningkat 0,15% menjadi 114.68 ketika USD naik setinggi 114.735 sejak pertengahan bulan Maret.
Euro berdiri mantap di posisi 1.1607 setelah tergelincir 0,5 persen pada hari Jumat. Dalam jangka pendek analis mengatakan pasar akan mengawasi untuk melihat apakah ada lebih banyak kemajuan dalam reformasi pajak AS, selain itu juga akan fokus pada kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Asia.
(akr)