BPS Catat Perlambatan Konsumsi Rumah Tangga di Kuartal III/2017
Senin, 06 November 2017 - 14:22 WIB
BPS Catat Perlambatan Konsumsi Rumah Tangga di Kuartal III/2017
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga pada kuartal III/2017 sebesar 4,93% atau menurun dibanding kuartal II/2017 dan kuartal III/2016. Pada kuartal II/2017, konsumsi rumah tangga tumbuh sekitar 5,01%. Sementara kuartal III/2016 tumbuh sekitar 4,95%.
"Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93%, sedikit melambat dibanding triwulan III/2016 dan triwulan II/2017," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Senin (4/11/2017).
(Baca Juga: Ekonomi Indonesia Kuartal III/2017 Tercatat Tumbuh 5,06% )
Menurutnya, hal ini terjadi karena perubahan pola konsumsi masyarakat untuk mencapai kepuasan diri (leisure), seperti berwisata (travelling). Hal ini terlihat dari tingginya tingkat hunian hotel dan restoran dalam periode ini.
"Kalau kita telusuri lebih dalam, disana ada kecenderungan bahwa masyarakat mulai bergeser dari konsumsi yang non leisure ke leisure. Jadi share konsumsi leisure lebih tinggi di triwulan III/2017 dibanding triwulan II/2017 dan triwulan III/2017," imbuh dia.
Menurutnya, perubahan pola konsumsi ini akan semakin besar seiring dengan semakin berkembangnya sosial media di Indonesia. "Peran medsos menunjukkan tren wisata dengan tarif yang tidak terlalu mahal akan memengaruhi lifestyle konsumen ke depannya," tuturnya.
Selain berwisata, masyarakat juga lebih banyak mengeluarkan uang untuk konsumsi kesehatan dan pendidikan. Hal ini terlihat dari meningkatnya konsumsi kesehatan dan pendidikan pada triwulan III/2017 yang mencapai 5,38%.
"Pengeluaran konsumsi kesehatan dan pendidikan mengalami peningkatan. pada triwulan III/2017 itu 5,38%, lebih tinggi dibanding triwulan III/2016 yang sebesar 5,34%," tandasnya.
"Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93%, sedikit melambat dibanding triwulan III/2016 dan triwulan II/2017," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Senin (4/11/2017).
(Baca Juga: Ekonomi Indonesia Kuartal III/2017 Tercatat Tumbuh 5,06% )
Menurutnya, hal ini terjadi karena perubahan pola konsumsi masyarakat untuk mencapai kepuasan diri (leisure), seperti berwisata (travelling). Hal ini terlihat dari tingginya tingkat hunian hotel dan restoran dalam periode ini.
"Kalau kita telusuri lebih dalam, disana ada kecenderungan bahwa masyarakat mulai bergeser dari konsumsi yang non leisure ke leisure. Jadi share konsumsi leisure lebih tinggi di triwulan III/2017 dibanding triwulan II/2017 dan triwulan III/2017," imbuh dia.
Menurutnya, perubahan pola konsumsi ini akan semakin besar seiring dengan semakin berkembangnya sosial media di Indonesia. "Peran medsos menunjukkan tren wisata dengan tarif yang tidak terlalu mahal akan memengaruhi lifestyle konsumen ke depannya," tuturnya.
Selain berwisata, masyarakat juga lebih banyak mengeluarkan uang untuk konsumsi kesehatan dan pendidikan. Hal ini terlihat dari meningkatnya konsumsi kesehatan dan pendidikan pada triwulan III/2017 yang mencapai 5,38%.
"Pengeluaran konsumsi kesehatan dan pendidikan mengalami peningkatan. pada triwulan III/2017 itu 5,38%, lebih tinggi dibanding triwulan III/2016 yang sebesar 5,34%," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :