BPS Klaim Pelaku Usaha Makin Optimistis Berbisnis di Indonesia
Senin, 06 November 2017 - 16:05 WIB
BPS Klaim Pelaku Usaha Makin Optimistis Berbisnis di Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks tendensi bisnis di Tanah Air pada kuartal III/2017 mengalami peningkatan dibanding kuartal sebelumnya, yaitu sebesar 112,39. Hal ini menandakan bahwa tingkat optimisme pelaku bisnis lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.
Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, pada kuartal II/2017, indeks tendensi bisnis sebesar 111,63. Sementara pada kuartal III/2017 mencapai 112,39.
"Optimisme pelaku bisnis pada triwulan III/2017 masih cukup terjaga dengan posisi indeks tendensi bisnis yang masih berada di atas seratus, yaitu sebesar 112,39. Angka ini lebih tinggi dibanding kondisi triwulan sebelumnya," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (6/11/2017).
(Baca: Ekonomi Indonesia Kuartal III/2017 Tercatat Tumbuh 5,06% )
Menurutnya, seluruh kategori lapangan usaha mengalami peningkatan kecuali pada kategori lapangan usaha realestat yang justru mengalami penurunan. Indeks tendensi bisnis pada sektor usaha realestat hanya mencapai 98,00.
Adapun peningkatan tertinggi terjadi pada kategori lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi dengan nilai ITB sebesar 134,25. "Optimisme dirasakan di hampir seluruh kategori lapangan usaha. Kecuali pada kategori lapangan usaha realestat," imbuh dia.
Menurut pria yang akrab disapa Kecuk ini, kondisi bisnis pada kuartal III/2017 yang meningkat ini lebih disebabkan oleh peningkatan tiga komponen pembentuk indeks, yaitu pendapatan usaha dengan nilai indeks sebesar 115,62, penggunaan kapasitas produksi dengan nilai indeks sebesar 114,25, dan rata-rata jumlah jam kerja dengan nilai indeks sebsar 107,29.
Sementara, pada kuartal IV/2017, Kecuk memprediksi indeks tendensi bisnis mencapai 109,70. "Meskipun tidak setinggi pada triwulan III, optimisme pelaku bisnis diperkirakan masih akan dirasakan pada triwulan IV/2017. Optimisme pelaku bisnis diperkirakan terjadi pada semua kategori lapangan usaha," tuturnya.
Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, pada kuartal II/2017, indeks tendensi bisnis sebesar 111,63. Sementara pada kuartal III/2017 mencapai 112,39.
"Optimisme pelaku bisnis pada triwulan III/2017 masih cukup terjaga dengan posisi indeks tendensi bisnis yang masih berada di atas seratus, yaitu sebesar 112,39. Angka ini lebih tinggi dibanding kondisi triwulan sebelumnya," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (6/11/2017).
(Baca: Ekonomi Indonesia Kuartal III/2017 Tercatat Tumbuh 5,06% )
Menurutnya, seluruh kategori lapangan usaha mengalami peningkatan kecuali pada kategori lapangan usaha realestat yang justru mengalami penurunan. Indeks tendensi bisnis pada sektor usaha realestat hanya mencapai 98,00.
Adapun peningkatan tertinggi terjadi pada kategori lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi dengan nilai ITB sebesar 134,25. "Optimisme dirasakan di hampir seluruh kategori lapangan usaha. Kecuali pada kategori lapangan usaha realestat," imbuh dia.
Menurut pria yang akrab disapa Kecuk ini, kondisi bisnis pada kuartal III/2017 yang meningkat ini lebih disebabkan oleh peningkatan tiga komponen pembentuk indeks, yaitu pendapatan usaha dengan nilai indeks sebesar 115,62, penggunaan kapasitas produksi dengan nilai indeks sebesar 114,25, dan rata-rata jumlah jam kerja dengan nilai indeks sebsar 107,29.
Sementara, pada kuartal IV/2017, Kecuk memprediksi indeks tendensi bisnis mencapai 109,70. "Meskipun tidak setinggi pada triwulan III, optimisme pelaku bisnis diperkirakan masih akan dirasakan pada triwulan IV/2017. Optimisme pelaku bisnis diperkirakan terjadi pada semua kategori lapangan usaha," tuturnya.
(izz)
Lihat Juga :