IHSG Cetak Rekor Tertinggi Lagi, Bursa Asia Mixed
Selasa, 07 November 2017 - 09:14 WIB
IHSG Cetak Rekor Tertinggi Lagi, Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, kembali mencetak rekor tertinggi setelah kemarin ditutup juga menembus rekor baru. IHSG sesi pagi dibuka menguat 5,61 poin setara 0,09% ke level 6.056,43.
Sebelumnya di akhir pekan kemarin, IHSG berakhir berhasil kembali mencetak rekor tertinggi dengan mendapat tambahan sebesar 11,28 poin setara dengan 0,19% ke level 6.050,82.
Sektor saham dalam negeri hari ini mayoritas berada di area positif dengan sektor pertambangan menguat tertinggi sebesar 0,36% dan sektor yang melemah yaitu infrastruktur yang turun 0,25%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp22 miliar dengan 9 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp3,98 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp15,89 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp11,91 miliar. Tercatat 19 saham naik, 22 saham turun dan 4 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp325 menjadi Rp49.500, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp200 menjadi Rp10.350, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp150 menjadi Rp11.550.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp150 menjadi Rp20.850, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp25 menjadi Rp14.650 serta PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp10 menjadi Rp4.180.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, bursa utama Asia diperdagangkan mixed (variatif) di awal perdagangan hari ini setelah Wall Street ditutup dengan mencetak rekor tertinggi dan harga minyak diperdagangkan pada nilai tertinggi sejak 2015 dalam semalam.
Di tengah latar belakang tersebut, investor juga akan menonton berita utama saat tur Presiden Donald Trump ke Asia berlanjut, dengan presiden diperkirakan tiba di Korea Selatan pada Selasa setelah kunjungan dua harinya ke Jepang.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 mendatar, saham yang terkait dengan energi naik mengikuti kenaikan harga minyak pada sesi terakhir. Di mana, saham Inpex naik 3,06% dan Japan Petroleum Exploration naik 3,07% di tengah variatifnya saham teknologi dan mobil.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi sedikit berubah, diperdagangkan 0,01% di bawah garis datar meskipun keuntungan pada sektor energi dan pengecer seperti Petroleum refiner SK Innovation yang naik 1,65% dan Shinsegae melonjak 8,13%. Saham blue chip, Samsung Electronics turun 0,14% dan SK Hynix turun 0,84%.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,67% dengan sektor energi naik 1,84% dan memimpin kenaikan pada indeks yang lebih luas. Saham Santos naik 2,4% dan Beach Energy menyentuh 3,6%.
Sebelumnya di akhir pekan kemarin, IHSG berakhir berhasil kembali mencetak rekor tertinggi dengan mendapat tambahan sebesar 11,28 poin setara dengan 0,19% ke level 6.050,82.
Sektor saham dalam negeri hari ini mayoritas berada di area positif dengan sektor pertambangan menguat tertinggi sebesar 0,36% dan sektor yang melemah yaitu infrastruktur yang turun 0,25%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp22 miliar dengan 9 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp3,98 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp15,89 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp11,91 miliar. Tercatat 19 saham naik, 22 saham turun dan 4 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp325 menjadi Rp49.500, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp200 menjadi Rp10.350, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp150 menjadi Rp11.550.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp150 menjadi Rp20.850, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp25 menjadi Rp14.650 serta PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp10 menjadi Rp4.180.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, bursa utama Asia diperdagangkan mixed (variatif) di awal perdagangan hari ini setelah Wall Street ditutup dengan mencetak rekor tertinggi dan harga minyak diperdagangkan pada nilai tertinggi sejak 2015 dalam semalam.
Di tengah latar belakang tersebut, investor juga akan menonton berita utama saat tur Presiden Donald Trump ke Asia berlanjut, dengan presiden diperkirakan tiba di Korea Selatan pada Selasa setelah kunjungan dua harinya ke Jepang.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 mendatar, saham yang terkait dengan energi naik mengikuti kenaikan harga minyak pada sesi terakhir. Di mana, saham Inpex naik 3,06% dan Japan Petroleum Exploration naik 3,07% di tengah variatifnya saham teknologi dan mobil.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi sedikit berubah, diperdagangkan 0,01% di bawah garis datar meskipun keuntungan pada sektor energi dan pengecer seperti Petroleum refiner SK Innovation yang naik 1,65% dan Shinsegae melonjak 8,13%. Saham blue chip, Samsung Electronics turun 0,14% dan SK Hynix turun 0,84%.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,67% dengan sektor energi naik 1,84% dan memimpin kenaikan pada indeks yang lebih luas. Saham Santos naik 2,4% dan Beach Energy menyentuh 3,6%.
(izz)
Lihat Juga :