Tembus Rekor Lagi, IHSG Makin Anteng di Atas Level 6.000
Selasa, 07 November 2017 - 16:37 WIB
Tembus Rekor Lagi, IHSG Makin Anteng di Atas Level 6.000
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir kembali meroket makin anteng ke posisi tertinggi. Bursa saham Tanah Air ditutup melompat ke level 6.060,45 dengan tambahan 9,63 poin atau setara dengan 0,16%.
IHSG hari ini memang terus bergerak naik, di mana pada siang tadi menguat ke level 6.057,81 dengan tambahan 6,99 poin atau setara dengan 0,12%. Sedangkan tadi pagi, pasar saham dalam negeri menguat 5,61 poin setara 0,09% ke level 6.056,43 dan kemarin IHSG juga berakhir naik 11,28 poin setara dengan 0,19% ke level 6.050,82.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore hampir secara keseluruhan berada di jalur positif dengan sektor yang menguat tertinggi yakni masih pertambangan naik 0,84%. Sedangkan sektor dengan pelemahan terdalam yaitu perkebunan yang berkurang 0,24 %.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,24 triliun dengan 8,69 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp460,05 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,36 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,82 triliun. Tercatat sebesar 168 saham menguat, 179 saham melemah dan 131 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) bertambah Rp2.850 menjadi Rp76.800, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp250 menjadi Rp7.950, dan PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) naik Rp150 menjadi Rp4.350.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bayan Resurces Tbk (BYAN) melemah Rp200 menjadi Rp10.800, PT First media Tbk (KBLV) turun Rp40 menjadi Rp550, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun Rp30 menjadi Rp2.040.
Seperti dilansir CNBC, bursa utama di Asia ditutup menguat hari ini setelah bursa saham AS ditutup menembus rekor tertingi dan harga minyak diperdagangkan pada nilai tertinggi sejak 2015 dalam semalam.
Di tengah latar belakang tersebut, investor juga menyaksikan berita utama saat tur Presiden Donald Trump berlanjut ke Asia berlanjut, dengan presiden tiba di Korea Selatan pada hari ini menyusul kunjungan dua harinya ke Jepang.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 melonjak 1,73% atau 389,25 poin ke level 22.937,60, penutupan tertinggi dalam 26 tahun. Saham-saham terkait energi naik menyusul lonjakan harga minyak pada sesi terakhir, di mana saham Inpex ditutup naik 3,65% dan Japan Petroleum Exploration naik 6,02%.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi berakhir naik 0,16% menjadi 2.545,44. Saham Petroleum refiner SK Innovation ditutup naik 0,94% dan saham Shinsegae melonjak 8,35%. Namun, sektor teknologi variatif dengan saham blue chip seperti SK Hynix turun 1,32% dan Samsung Electronics juga turun 0,5%.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 1,02% menjadi 6.014,30, pertama kali indeks telah menembus angka 6.000 sejak 2008. Sektor energi naik 2,7% untuk memimpin kenaikan pada indeks yang lebih luas dengan saham Santos ditutup naik 3,7% dan Beach Energy naik sebesar 6,42%.
Di daratan China, Shanghai Composite naik tipis 0,8% ditutup ke level 3.415,14 dan Shenzhen Composite berakhir ke level 0,67% lebih tinggi pada level 2.012,72.
IHSG hari ini memang terus bergerak naik, di mana pada siang tadi menguat ke level 6.057,81 dengan tambahan 6,99 poin atau setara dengan 0,12%. Sedangkan tadi pagi, pasar saham dalam negeri menguat 5,61 poin setara 0,09% ke level 6.056,43 dan kemarin IHSG juga berakhir naik 11,28 poin setara dengan 0,19% ke level 6.050,82.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore hampir secara keseluruhan berada di jalur positif dengan sektor yang menguat tertinggi yakni masih pertambangan naik 0,84%. Sedangkan sektor dengan pelemahan terdalam yaitu perkebunan yang berkurang 0,24 %.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,24 triliun dengan 8,69 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp460,05 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,36 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,82 triliun. Tercatat sebesar 168 saham menguat, 179 saham melemah dan 131 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) bertambah Rp2.850 menjadi Rp76.800, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp250 menjadi Rp7.950, dan PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) naik Rp150 menjadi Rp4.350.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bayan Resurces Tbk (BYAN) melemah Rp200 menjadi Rp10.800, PT First media Tbk (KBLV) turun Rp40 menjadi Rp550, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun Rp30 menjadi Rp2.040.
Seperti dilansir CNBC, bursa utama di Asia ditutup menguat hari ini setelah bursa saham AS ditutup menembus rekor tertingi dan harga minyak diperdagangkan pada nilai tertinggi sejak 2015 dalam semalam.
Di tengah latar belakang tersebut, investor juga menyaksikan berita utama saat tur Presiden Donald Trump berlanjut ke Asia berlanjut, dengan presiden tiba di Korea Selatan pada hari ini menyusul kunjungan dua harinya ke Jepang.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 melonjak 1,73% atau 389,25 poin ke level 22.937,60, penutupan tertinggi dalam 26 tahun. Saham-saham terkait energi naik menyusul lonjakan harga minyak pada sesi terakhir, di mana saham Inpex ditutup naik 3,65% dan Japan Petroleum Exploration naik 6,02%.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi berakhir naik 0,16% menjadi 2.545,44. Saham Petroleum refiner SK Innovation ditutup naik 0,94% dan saham Shinsegae melonjak 8,35%. Namun, sektor teknologi variatif dengan saham blue chip seperti SK Hynix turun 1,32% dan Samsung Electronics juga turun 0,5%.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 1,02% menjadi 6.014,30, pertama kali indeks telah menembus angka 6.000 sejak 2008. Sektor energi naik 2,7% untuk memimpin kenaikan pada indeks yang lebih luas dengan saham Santos ditutup naik 3,7% dan Beach Energy naik sebesar 6,42%.
Di daratan China, Shanghai Composite naik tipis 0,8% ditutup ke level 3.415,14 dan Shenzhen Composite berakhir ke level 0,67% lebih tinggi pada level 2.012,72.
(izz)
Lihat Juga :