Bursa Saham Asia Tertekan, IHSG Dibuka Ambruk ke Zona Merah

Rabu, 08 November 2017 - 09:15 WIB
Bursa Saham Asia Tertekan,...
Bursa Saham Asia Tertekan, IHSG Dibuka Ambruk ke Zona Merah
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, lemas alias memerah setelah kemarin mencetak rekor tertinggi. IHSG sesi pagi dibuka melemah 9,21 poin setara 0,15% ke level 6.051,24.

Sementara, IHSG berakhir berhasil kembali mencetak rekor tertinggi dengan mendapat tambahan sebesar 9,63 poin atau setara 0,16% ke level 6.060,45.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp592 miliar dengan 278 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp117,43 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp278,55 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp392,98 miliar. Tercatat 114 saham naik, 128 saham turun dan 65 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT First Media Tbk (KBLV) naik Rp50 menjadi Rp600, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) naik Rp50 menjadi Rp2.060, dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) naik Rp45 menjadi Rp1.370.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp225 menjadi Rp10.050, PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp75 menjadi Rp8.125, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp30 menjadi Rp3.540.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia hari ini tertekan setelah Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup mixed. Data utama yang dijadwalkan pada hari itu mencakup pelepasan neraca perdagangan China untuk periode Oktober.

Di Jepang, Indeks Nikkei 225 kehilangan 0,46% pada awal perdagangan, sehari setelah indeks benchmark mencapai level tertinggi dalam 26 tahun.

Di Korea Selatan, Indeks Kospi rata-rata mendatar dan diperdagangkan 0,03% di bawah garis datar. Kenaikan pada saham blue chip mengimbangi kerugian pada sektor keuangan dan pengecer, saham Samsung Electronics naik tipis 0,32%, SK Hynix naik 1,46% dan Lotte Shopping turun 1,48%.

Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 turun tipis 0,16% karena saham pertambangan mengurangi kenaikan yang dicapai pada sesi terakhir. Commonwealth Bank mengumumkan laba bersih yang tidak diaudit untuk kuartal III naik menjadi 2,8 miliar dolar Australia (USD2,14 miliar).

Pendapatan tunai untuk kuartal tersebut naik 6% menjadi 2,65 miliar dolar Australia (USD2,03 miliar). Saham Commonwealth naik 1,87%, mengungguli saham perbankan lainnya, yang berbalik dalam kinerja beragam.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Temuan Vaksin Covid-19...
Temuan Vaksin Covid-19 Jadi Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Reli
IHSG Diprediksi Melemah...
IHSG Diprediksi Melemah dalam Jangka Pendek
Pagi Menghijau, IHSG...
Pagi Menghijau, IHSG Sore Ditutup Anjlok 1,05 Persen ke 5.105
Bisa Tembus Level 6.000...
Bisa Tembus Level 6.000 di Akhir Tahun, IHSG Menuju Fase Skenario Terbaik
Koleksi 5 Saham Ini...
Koleksi 5 Saham Ini Saat IHSG Masih Akan Meroket
Potensi Kenaikan Jangka...
Potensi Kenaikan Jangka Pendek IHSG Masih Terbuka Lebar
Berita Terkini
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
24 menit yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
28 menit yang lalu
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
32 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
47 menit yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
1 jam yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar 6 Tim yang Lolos...
Daftar 6 Tim yang Lolos ke Babak 16 Besar Piala Asia 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved