BI Putar Haluan Kembangkan Industri Jasa Keuangan Syariah

Rabu, 08 November 2017 - 13:17 WIB
BI Putar Haluan Kembangkan...
BI Putar Haluan Kembangkan Industri Jasa Keuangan Syariah
A A A
SURABAYA - Bank Indonesia (BI) mengubah strateginya dalam mengembangkan ekonomi berbasis syariah di Indonesia. Sebelumnya industri jasa keuangan syariah menjadi prioritas untuk dikembangkan, kini otoritas moneter memilih untuk putar haluan dengan terlebih dahulu mengembangkan sektor ekonomi yang lebih ringan dan mudah untuk dikembangkan.

(Baca: BI: Baru 10% Masyarakat RI Melek Keuangan Syariah )

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menyadari bahwa jika Indonesia hanya fokus untuk mengembangkan industri jasa keuangan syariah seperti perbankan syariah, asuransi syariah, atau lembaga jasa keuangan syariah mikro, maka kemungkinan untuk berkembang cepat sangat tipis.

Namun, lanjut dia, jika pihaknya terlebih dahulu melakukan pemberdayaan ekonomi berbasis syariah, maka industri jasa keuangan perlahan akan mengikuti pergerakannya.

"Karena kita semakin menyadari kita tidak akan begitu bisa berhasil mengembangkan sektor keuangannya apa bank, asuransi atau lembaga keuangan mikro kalau hanya fokus ke sektor keuangan saja. Pemberdayaan ekonomi itu harus didorong, jadi kita mengibaratkan, tidak boleh fokus hanya memperbesar busnya saja. Tapi kita harus secara bersamaan juga meningkatkan penumpangnya," kata dia di Grand City Convention Center, Surabaya, Rabu (8/11/2017).

(Baca: BI Ingin RI Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah )

Misalnya, dengan mengembangkan industri makanan dan minuman halal, fesyen syariah, dan pariwisata syariah. Jika ketiga sektor tersebut sudah berkembang dengan besar, maka perlahan industri jasa keuangan syariah akan semakin berkembang.

"Jadi, kita tidak hanya fokus ke sektor keuangan tapi pemberdayaan ekonomi baik kecil, menengah, maupun besar. Apakah model bisnis ekonomi pesantren yang renewable energy seperti daur ulang sampah, ada juga di pertanian, dan perdagangan, termasuk dengan halal industri, apa food, fashion, tourism itu mulai kita lakukan tahun ini," jelas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan Muhammadiyah...
Alasan Muhammadiyah Tarik Duit dari Bank Syariah Hasil Merger
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Laporan BI: KPR Kini...
Laporan BI: KPR Kini jadi Andalan Bank Syariah
Bulan Depan Bank Syariah...
Bulan Depan Bank Syariah Indonesia Siap Tantang Bank-Bank Besar
Bank Syariah Indonesia...
Bank Syariah Indonesia Diminta Jangan Jadi 'Predator' Bank Syariah Lainnya
Mau Tahu Fokus Bisnis...
Mau Tahu Fokus Bisnis Bank Syariah Indonesia, Cek di Sini
Berita Terkini
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
18 menit yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
1 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
1 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
2 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
3 jam yang lalu
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved