BI Ingin RI Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Rabu, 08 November 2017 - 12:08 WIB
BI Ingin RI Jadi Pusat...
BI Ingin RI Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah
A A A
SURABAYA - Bank Indonesia (BI) berambisi menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah. Salah satu caranya dengan menyelenggarakan Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) 2017 yang ke-4.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, selama ini Indonesia ketinggalan dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis syariah. Padahal, sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, potensi Indonesia untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi dan syariah sangat besar.

"Target dan sasaran yang ingin kita capai dari ISEF dan berbagai rangkaian yang kita lakukan yang sangat berbeda dari tahun sebelumnya adalah bagaimana kita mempercepat dan mengejar ketinggalan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah," katanya di Grand City Convention Center, Surabaya, Rabu (8/11/2017).

Dia menargetkan, cita-cita menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dapat terealisasi pada 2024. Hal ini didukung dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di berbagai wilayah.

"Apa wilayah timur, Sumatera dan Jawa. Di antara wilayah itu, Jawa Timur bisa menjadi pusat atau regional champion dalam pengembangan ekonomi syariah," tuturnya.

Melalui penyelenggaraan ISEF ini, tambah Perry, pihaknya juga ingin memperkuat kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) yang dapat mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Termasuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis syariah.

"Ini harus tidak hanya jadi komitmen nasional, tapi juga jadi coordinated, and colaborated programme dari berbagai lembaga, kementerian, otoritas, asosiasi sampai pegiat ekonomi, dan kita semua termasuk pesantren. Jadi ini merupakan kerja sama kolaborasi bersama. Berbagai forum fair itu menunjukkan bagaimana kolaborasi itu," ujar dia.

Perry mengatakan, target lain yang ingin dicapai dari penyelenggaraan ISEF adalah mempercepat terwujudnya halal supply chain dan halal economic and finance di Tanah Air.

"Sehingga, di dalam berbagai kegiatan ISEF ini kegiatan yang mempercepat halal economic and finance itu dilakukan. Tidak hanya pondok pesantren, ada juga halal food, halal fashion, ada renewable energy," jelasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan Muhammadiyah...
Alasan Muhammadiyah Tarik Duit dari Bank Syariah Hasil Merger
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Laporan BI: KPR Kini...
Laporan BI: KPR Kini jadi Andalan Bank Syariah
Bulan Depan Bank Syariah...
Bulan Depan Bank Syariah Indonesia Siap Tantang Bank-Bank Besar
Bank Syariah Indonesia...
Bank Syariah Indonesia Diminta Jangan Jadi 'Predator' Bank Syariah Lainnya
Mau Tahu Fokus Bisnis...
Mau Tahu Fokus Bisnis Bank Syariah Indonesia, Cek di Sini
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
33 menit yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved