BI: Ekonomi RI Tumbuh 5,06% di Bawah Ekspektasi
Rabu, 08 November 2017 - 14:43 WIB
BI: Ekonomi RI Tumbuh 5,06% di Bawah Ekspektasi
A
A
A
SURABAYA - Bank Indonesia (BI) menilai bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2017 yang sebesar 5,06% masih di bawah perkiraan bank sentral. Pasalnya, BI memperkirakan pada periode tersebut ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,17%.
"Dengan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2017 totalnya kelihatan 5,06% memang lebih rendah dari perkiraan BI yang 5,17%. Secara total ini lebih rendah. Memang kita mengharapkan bisa lebih tinggi," kata Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Grand City Convention Center, Surabaya, Rabu (8/11/2017).
Kendati demikian, kata dia, jika dilihat lebih rinci beberapa komponen seperti konsumsi pemerintah, investasi hingga ekspor menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hal ini menandakan bahwa meskipun masih di bawah ekspektasi namun terjadi perbaikan.
"Ekspor juga tumbuhnya cukup tinggi itu menunjukkan suatu realisasi yang baik termasuk konsumsi stabil. Secara keseluruhan masih oke," imbuh dia.
Menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah perilaku produsen yang justru cenderung tidak meningkatkan produksinya. Mereka lebih banyak menghabiskan stok (inventory) yang ada ketimbang meningkatkan suplai barangnya.
"Ini suatu indikator bahwa para produsen tidak meningkatkan produksinya tapi lebih banyak menggunakan inventory yang ada, persediaan yang ada. Itu yang harus kita lihat esensinya," jelasnya.
Melihat fenomena tersebut, Perry menilai bahwa pemerintah perlu segera mempercepat stimulus fiskal agar para pengusaha ataupun produsen dapat kembali bergairah untuk melakukan ekspansi dan meningkatkan produksinya.
Pada kuartal IV/2017, Kementerian Keuangan rencananya akan mengeluarkan stimulus fiskal baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.
"Dari sisi BI juga yang sudah kita lakukan, penurunan suku bunga yang lalu, juga likuiditas yang longgar maupun makropruden itu diharapkan bisa mendorong dari sisi ekonominya dan ekspornya cukup baik. Kami masih memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal IV akan lebih tinggi," kata dia.
"Dengan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2017 totalnya kelihatan 5,06% memang lebih rendah dari perkiraan BI yang 5,17%. Secara total ini lebih rendah. Memang kita mengharapkan bisa lebih tinggi," kata Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Grand City Convention Center, Surabaya, Rabu (8/11/2017).
Kendati demikian, kata dia, jika dilihat lebih rinci beberapa komponen seperti konsumsi pemerintah, investasi hingga ekspor menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hal ini menandakan bahwa meskipun masih di bawah ekspektasi namun terjadi perbaikan.
"Ekspor juga tumbuhnya cukup tinggi itu menunjukkan suatu realisasi yang baik termasuk konsumsi stabil. Secara keseluruhan masih oke," imbuh dia.
Menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah perilaku produsen yang justru cenderung tidak meningkatkan produksinya. Mereka lebih banyak menghabiskan stok (inventory) yang ada ketimbang meningkatkan suplai barangnya.
"Ini suatu indikator bahwa para produsen tidak meningkatkan produksinya tapi lebih banyak menggunakan inventory yang ada, persediaan yang ada. Itu yang harus kita lihat esensinya," jelasnya.
Melihat fenomena tersebut, Perry menilai bahwa pemerintah perlu segera mempercepat stimulus fiskal agar para pengusaha ataupun produsen dapat kembali bergairah untuk melakukan ekspansi dan meningkatkan produksinya.
Pada kuartal IV/2017, Kementerian Keuangan rencananya akan mengeluarkan stimulus fiskal baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.
"Dari sisi BI juga yang sudah kita lakukan, penurunan suku bunga yang lalu, juga likuiditas yang longgar maupun makropruden itu diharapkan bisa mendorong dari sisi ekonominya dan ekspornya cukup baik. Kami masih memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal IV akan lebih tinggi," kata dia.
(izz)
Lihat Juga :