IHSG Ditutup Loyo Saat Bursa Utama Asia Berakhir Mixed
Kamis, 09 November 2017 - 16:32 WIB
IHSG Ditutup Loyo Saat Bursa Utama Asia Berakhir Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini kembali ditutup di zona merah setelah kemarin melemah. Bursa saham Tanah Air ditutup turun ke level 6.042,46 atau melemah 6,92 poin setara dengan 0,11%.
IHSG siang tadi melemah ke level 6.042,69 dengan berkurang 6,69 poin atau setara dengan 0,11% setelah tadi pagi pasar saham dalam negeri naik 9,28 poin setara 0,15% ke level 6.058,67. Sementara, IHSG kemarin berakhir menurun ke level 6.049,38 atau melemah 11,07 poin setara dengan 0,18%.
Sektor saham dalam negeri mayoritas ambruk alias melemah dengan sektor yang melemah terdalam yaitu industri dasar yang melemah 1,29%. Sementara, sektor yang menguat tertinggi yaitu infrastruktur yang naik 1,31%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,29 triliun dengan 8,43 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp204,81 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,72 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,51 triliun. Tercatat 164 saham menguat, 174 saham melemah dan 129 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp725 menjadi Rp77.250, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp100 menjadi Rp7.975, dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik Rp100 menjadi Rp2.400.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp40 menjadi Rp2.100, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) melemah Rp30 menjadi Rp1.390, dan PT Indospring Tbk (INDS) melemah Rp30 menjadi Rp1.520.
Seperti dilansir CNBC, bursa saham ditutup mixed pada hari ini setelah bursa saham Jepang menghapus semua keuntungan yang mereka buat pada perdagangan pagi hari. Investor di kawasan tersebut juga mencerna pembebasan data inflasi China dan terus mengawasi pemberhentian Presiden Donald Trump di Beijing.
Bursa saham Jepang membalikkan semua kenaikan yang dilakukan pada sesi pagi karena yen menguat terhadap USSD. Di mana Indeks Nikkei 225 yang telah naik 2% untuk diperdagangkan di atas angka 23.000 di pagi hari, namun ditutup turun tipis 0,2% ke level 22.868,71.
Indeks Topix yang lebih luas mengakhiri sesi dengan melemah 0,25% setelah menyentuh level tertinggi sejak 1991. Sementara di Korea Selatan, Indeks Kospi turun 0,07% ke level 2.550,57.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 menguat 0,55% menjadi 6.049,43. Sektor material dan teknologi informasi naik, namun sejumlah saham energi mengurangi beberapa kenaikan yang dilakukan di awal pekan ini.
Sementara, pasar daratan China ditutup cukup tinggi dengan Shanghai Composite naik 0,36% ke level 3.427,79 dan Shenzhen Composite menguat 0,74% ke level 2.028,69. Indeks saham MSCI yang luas di Asia Pasifik tidak termasuk Jepang naik 0,31%.
IHSG siang tadi melemah ke level 6.042,69 dengan berkurang 6,69 poin atau setara dengan 0,11% setelah tadi pagi pasar saham dalam negeri naik 9,28 poin setara 0,15% ke level 6.058,67. Sementara, IHSG kemarin berakhir menurun ke level 6.049,38 atau melemah 11,07 poin setara dengan 0,18%.
Sektor saham dalam negeri mayoritas ambruk alias melemah dengan sektor yang melemah terdalam yaitu industri dasar yang melemah 1,29%. Sementara, sektor yang menguat tertinggi yaitu infrastruktur yang naik 1,31%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,29 triliun dengan 8,43 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp204,81 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,72 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,51 triliun. Tercatat 164 saham menguat, 174 saham melemah dan 129 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp725 menjadi Rp77.250, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp100 menjadi Rp7.975, dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik Rp100 menjadi Rp2.400.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp40 menjadi Rp2.100, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) melemah Rp30 menjadi Rp1.390, dan PT Indospring Tbk (INDS) melemah Rp30 menjadi Rp1.520.
Seperti dilansir CNBC, bursa saham ditutup mixed pada hari ini setelah bursa saham Jepang menghapus semua keuntungan yang mereka buat pada perdagangan pagi hari. Investor di kawasan tersebut juga mencerna pembebasan data inflasi China dan terus mengawasi pemberhentian Presiden Donald Trump di Beijing.
Bursa saham Jepang membalikkan semua kenaikan yang dilakukan pada sesi pagi karena yen menguat terhadap USSD. Di mana Indeks Nikkei 225 yang telah naik 2% untuk diperdagangkan di atas angka 23.000 di pagi hari, namun ditutup turun tipis 0,2% ke level 22.868,71.
Indeks Topix yang lebih luas mengakhiri sesi dengan melemah 0,25% setelah menyentuh level tertinggi sejak 1991. Sementara di Korea Selatan, Indeks Kospi turun 0,07% ke level 2.550,57.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 menguat 0,55% menjadi 6.049,43. Sektor material dan teknologi informasi naik, namun sejumlah saham energi mengurangi beberapa kenaikan yang dilakukan di awal pekan ini.
Sementara, pasar daratan China ditutup cukup tinggi dengan Shanghai Composite naik 0,36% ke level 3.427,79 dan Shenzhen Composite menguat 0,74% ke level 2.028,69. Indeks saham MSCI yang luas di Asia Pasifik tidak termasuk Jepang naik 0,31%.
(izz)
Lihat Juga :