USD Keok Lawan Yen, Rupiah Sore Ini Galau

Kamis, 09 November 2017 - 17:06 WIB
USD Keok Lawan Yen,...
USD Keok Lawan Yen, Rupiah Sore Ini Galau
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup mixed alias variatif dibanding penutupan sebelumnya. Kondisi ini di tengah menguatnya yen terhadap USD.

Data Yahoo Finance, rupiah sore ini berada di level Rp13.512/USD atau naik tipis dari posisi kemarin di level Rp13.515/USD. Pergerakan rupiah sendiri berada di kisaran harian Rp13.504-Rp13.517/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.516/USD atau melemah tipis dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.514/USD. Rupiah sendiri berada pada kisaran level Rp13.507-Rp13.524/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir di level Rp13.530/USD atau melemah dari penutupan sebelumnya di level Rp13.520/USD.

Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, tertahan pada level Rp13.514/USD atau membaik dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.524/USD.

Seperti dilansir Reuters, USD tergelincir terhadap yen pad ahari ini karena melemahnya ekuitas Jepang yang tiba-tiba mengurangi sentimen risiko.

USD terhadap yen melemah 0,2% ke level 113,64 yen, setelah melemah dari level tertinggi intraday di posisi 114,07. Para pelaku pasar mengatakan bahwa yen menguat karena pergerakan pada ekuitas Jepang yang berbalik volatile.

Yen adalah mata uang dengan yield rendah yang sering digunakan untuk mendanai investasi pada mata uang dan aset dengan yield tinggi saat sentimen risiko positif. Ini sering kali menguntungkan, bagaimanapun di saat terjadi gejolak pasar, ketika investor mengurangi risiko.

USD terhadap beberapa mata uang utama turun 0,1% menjadi 94,777, berada di bawah level tertinggi dalam tiga bulan di posisi 95.150 yang ditetapkan pada akhir Oktober.

Dolar Selandia Baru terhadap USD menyentuh level tertinggi dalam dua pekan setelah komentar dari bank sentral negara tersebut mengenai prospek inflasi yang diambil sebagai hawkish, meski suku bunga tetap tidak berubah seperti yang diharapkan.

Dolar Selandia Baru naik ke level 0,6974 diawal perdagangan Asia pada hari ini, level tertingginya sejak 24 Oktober. Kemudian turun dari puncak dan terakhir diperdagangkan pada level 0,6954.

Sementara, euro terhadap USD naik tipis sebesar 0,1% ke level 1,1605, bertahan di atas level terendah di 1,1553 pada Selasa, level terendah sejak 20 Juli.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
9 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
9 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved