Usia Kematian Perusahaan Lebih Cepat Jadi Sorotan ACIS 2017

Jum'at, 10 November 2017 - 13:49 WIB
Usia Kematian Perusahaan...
Usia Kematian Perusahaan Lebih Cepat Jadi Sorotan ACIS 2017
A A A
JAKARTA - Usia kematian perusahaan saat ini yang jauh lebih cepat, dibandingkan riset yang menunjukkan bahwa dulu di tahun 1955, rata-rata usia kematian perusahaan adalah 61 tahun. Saat ini, rata-rata usia kematian perusahaan turun drastis menjadi hanya 17 tahun saja. Apa penyebabnya? Teknologi digital.

Perusahaan yang tidak mampu bertransformasi secara digital terancam akan kalah bersaing. Itulah yang menjadi dasar pemilihan tema dari perhelatan Asia Corporate Innovation Summit 2017 (ACIS 2017) yang akan diselenggarakan di Grand Ballroom JW LUWANSA Hotel and Convention Center Jakarta pada 29 November 2017 mendatang.

Tema yang diangkat di ACIS 2017 ini adalah ‘Digital Transformation: From Strategy to Execution’. Transformasi digital merupakan perubahan mendalam atas proses, kompetensi dan model dari sebuah bisnis atau organisasi dalam rangka memanfaatkan daya ungkit yang dihasilkan oleh bauran teknologi digital.

“Saat ini banyak perusahaan-perusahaan di Asia khususnya Indonesia yang khawatir bisnisnya akan terkena dampak dirupsi yang datang dari berbagai perusahaan startup yang pandai memanfaatkan teknologi digital," terang Chairman Asia Corporate Innovation Summit Indrawan Nugroho dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Event yang baru pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia ini mempertemukan para pengamat dan pakar inovasi digital dengan para top executives dari berbagai perusahaan besar dunia dan Asia. Mereka akan berbagi ilmu dan pengalaman terkait strategi inovasi digital dan penerapannya di perusahaan dengan latar belakang industri yang berbeda.

“Kami berharap ACIS 2017 ini bisa membantu perusahaan-perusahaan Indonesia tersebut dalam merumuskan strategi digitalnya dengan lebih baik, sehingga mampu melakukan transformasi digital yang tepat untuk menjawab tuntutan pelanggan di era digital ini,” imbuhnya.

ACIS 2017 menampilkan 6 pembicara kelas dunia, yaitu Kapil Kane (Director of Innovation, Intel China), Neal Cross (Chief Innovation Officer, DBS Bank Singapore), Dave Lim (Digital Strategy Board, Danone Singapore), Handry Satriago (Chief Executive Officer, General Electric Indonesia), Andi Kristianto (VP Corporate Planning, Telkomsel Indonesia), dan Risman Adnan (Director of R & D, Samsung Indonesia).

Melalui 6 sesi interaktif yang disertai diskusi mendalam di ACIS 2017 ini, maka diharapkan setiap delegasi yang hadir akan pulang dengan gambaran yang jelas dan strategi konkrit tentang bagaimana mereka bisa membantu perusahaannya melakukan transformasi digital.

Pertanyaan-pertanyaan seputar transformasi digital yang akan dijawab di ACIS 2017 meliputi: “Apa bentuk transformasi digital di industri Anda?”, “Perlukah perusahaan Anda melakukan transformasi digital?”, “Bagaimana cara perusahaan Anda melakukan transformasi digital?” dan masih banyak lagi.

Delegasi perusahaan yang diharapkan hadir di ACIS 2017 adalah para Chief Executive Officers, Chief Innovation Officers, Chief Technology Officers, Business Development Executives, Corporate Planning Executives, Corporate Digital Strategy Executives, Human Capital Directors, Human Resources Managers, dan semua pihak yang tertarik untuk belajar dan melakukan transformasi digital di organisasinya.

Berlaku sebagai Host dari ACIS 2017 adalah CIAS (Corporate Innovation Asia), sebuah perusahaan konsultan inovasi bisnis yang berdomisili di Jakarta, Indonesia (www.cias.co). CIAS membantu korporasi dalam mendesain dan mengimplementasikan inovasi untuk mendorong kinerja bisnis. ACIS 2017 merupakan event eksklusif dan hanya menerima 150 delegasi saja dengan pendekatan first come, first serve.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramaikan Pasar e-commerce,...
Ramaikan Pasar e-commerce, Market America Worldwide | SHOP.COM Resmi Masuk Indonesia
Waspada, Social Commerce...
Waspada, Social Commerce Bakal Digerus AI Commerce
Ipsos 2025 Membedah:...
Ipsos 2025 Membedah: Bagaimana UMKM dan Brand Lokal Berjuang di Arena E-Commerce?
ABC Berdayakan Para...
ABC Berdayakan Para Ibu Melalui Social Commerce
Ganjar Pranowo Komentari...
Ganjar Pranowo Komentari Social Commerce TikTok Shop, Apa Bedanya dengan Ecommerce?
Terkuak, Ini E-Commerce...
Terkuak, Ini E-Commerce No.1 Pilihan Penjual dan Pembeli
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
1 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
1 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
1 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved