RI Diramal Krisis, BI Pede Suku Bunga Turun Bantu Kerek Ekonomi

Jum'at, 10 November 2017 - 16:59 WIB
RI Diramal Krisis, BI...
RI Diramal Krisis, BI Pede Suku Bunga Turun Bantu Kerek Ekonomi
A A A
SURABAYA - Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI 7-days Repo Rate) bisa membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini berbeda dengan pernyataan yang disampaikan ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri yang menyatakan bahwa penurunan suku bunga BI akan membuat Indonesia mengalami sedikit krisis di akhir tahun.

(Baca Juga: Faisal Basri: Hati-hati, Akan Ada Krisis Ekonomi )

Gubernur BI Agus Martowardojo meyakini, penurunan BI 7-days Repo Rate akan membuat inflasi terjaga dan neraca transaksi berjalan dalam kondisi yang sehat. Selanjutnya, hal tersebut akan membuat ekonomi Indonesia tumbuh karena akan ada transmisi dari kebijakan BI tersebut terhadap suku bunga perbankan.

"Kami meyakini kalau seandainya bunga diturunkan, BI 7-days itu orientasi utama inflasi terjaga dan transaksi berjalan dalam keadaan sehat. Namun itu akan membantu tumbuhnya ekonomi karena dengan bisa dilakukan penyesuaian, ada transmisi daripada kebijakan berupa bunga atau saluran kredit itu akan membawa prospek lebih baik pada Indonesia," katanya di Grand City Convention Center, Surabaya, Jumat (10/11/2017).

Mantan Bos Bank Mandiri ini berharap, dampak penurunan suku bunga tersebut akan segera terasa terhadap tingkat suku bunga kredit dan pertumbuhan kredit di masa yang akan datang. Meskipun, harus diakui bahwa dampaknya baru akan terasa dua hingga tiga kuartal mendatang.

"Kalau BI rate itu sudah diturunkan, kita tentu mengharapkan channel kepada tingkat bunga kredit, pertumbuhan kredit, bisa berjalan. Tapi kita tahu itu butuh dua hingga tiga kuartal dan membuat 2018 harusnya kondisi tingkat bunga bisa lebih disesuaikan dan juga permintaan kredit akan membaik," tandasnya.

Pada berita sebelumnya, Ekonom Faisal Basri mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati. Dia memprediksi, akhir tahun ini akan ada krisis yang bakal mengguncang ekonomi Indonesia, meski tidak terlalu besar.

Menurut Faisal, guncangan yang akan melanda perekonomian Indonesia itu akibat dari kesalahan pemerintah sendiri yang telah mengeluarkan beberapa kebijakan tak tepat, seperti menurunkan suku bunga.

"Hati-hati sampai Desember kemungkinan ada krisis kecil yang diciptakan pemerintah sendiri, tapi krisisnya sebentar dan bisa dilewati karena pemerintah akhirnya sadar tidak bisa lagi ugal-ugalan," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Deflasi Selama 4 Bulan,...
Deflasi Selama 4 Bulan, Ekonom Prediksi BI Rate Turun ke 6%
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
BI Pangkas Suku Bunga...
BI Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Bps ke Level 4,75 Persen
Jaga Nilai Tukar Rupiah...
Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
43 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved