Mentan Panen Raya Padi di Lampung Timur

Jum'at, 10 November 2017 - 17:58 WIB
Mentan Panen Raya Padi...
Mentan Panen Raya Padi di Lampung Timur
A A A
LAMPUNG TIMUR - Dalam upaya mencapai target pemerintah mewujudkan swasembada pangan bagi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan para petani, sepanjang tahun 2017 ini pemerintah sudah menyetop impor komoditas pangan di antaranya beras, jagung, bawang merah dan cabe. Selain itu guna menjaga kestabilan harga, pemerintah melakukan pengawasan secara ketat para distributo nakal.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat melakukan panen raya padi di Desa Mandalasari, Kecamatan Mataram Baru, Lampung Timur pada lahan seluas hampir empat ratus hektar. Pada kesempatan ini Mentan secara simbolis juga menyerahkan beberapa bantuan alat-alat pertanian. "Dengan bantuan ini, diharapkan para petani dapat meningkatkan produksi hasil pertanian sehingga Lampung Timur menjadi lumbung pangan nasional," terangnya, Jumat (10/11/2017).

Lebih lanjut Menteri Amran menerangkan bahwa Lampung Timur mempunyai lahan pertanian cukup luas, ditambah iklimnya sangat cocok terutama tanaman padi. Bahkan Menteri Pertanian mencatat pada 2017 ini, produksi Lampung Timur mencetak kenaikan hingga 20% dan secara grafik Lampung Timur menjadi yang tertinggi di antara lima belas kabupaten lainnya di Lampung.

Ia berharap pada 2018, pemerintah setempat harus bekerja keras memberikan penyuluhan secara rutin kepada para petani sehingga produksinya terus meningkat. Hasil serta kualitas produksi padi petani Lampung Timur mampu bersaing dengan hasil panen padi dari pulau Jawa.

"Pada tahun 2017 ini sudah ada empat komoditas pangan yakni beras, jagung, bawang merah dan cabe tidak lagi melakukan impor. Ditargetkan pada 2018, seluruh daerah dan provinsi, komoditas pertanian akan mengalami peningkatan cukup tinggi karena pemerintah sudah melakukan terobosan baru dengan membuka lahan pertanian. Jika swasembada pangan tercapai, maka tidak ada lagi permainan harga dan para petani akan sejahtera," paparnya

Sebagai langkah menstabilkan harga saat musim panen raya, pemerintah sudah melakukan pengawasan secara ketat melalui keputusan presiden tentang standarisasi harga. Sehingga petani tidak merugi saat panen raya, dimana distributor nakal juga akan ditindak jika memaikan harga di pasaran. Ditambah harga dari petani tetap distandarkan, sehingga tidak berdampak pada gejolak harga di tengah masyarakat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved