Paradise Papers Pengaruhi Kepercayaan Masyarakat terhadap DJP

Sabtu, 11 November 2017 - 18:32 WIB
Paradise Papers Pengaruhi...
Paradise Papers Pengaruhi Kepercayaan Masyarakat terhadap DJP
A A A
JAKARTA - Bocornya dokumen paradise papers yang dirilis oleh International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ), di mana banyak politikus dunia yang masuk ke dalam daftar tersebut, termasuk beberapa nama orang kaya di Indonesia.

(Baca: Sri Mulyani Diminta Serius Telusuri Data Paradise Papers )

Widya Kartika dari Perkumpulan Prakarsa sebagai lembaga kajian kebijakan soal isu pajak menuturkan bahwa bocornya paradise papers bisa mengubah kepercayaan masyarakat terhadap Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

"Sebenarnya ini bukan ketidakadilan saja, tapi menurut riset yang kami lakukan, dampak dari panama papers dan yang terbaru paradise papers ini lebih kepada trust, bagaimana masyarakat melihat institusi seperti Ditjen Pajak ini," kata dia dalam acara talkshow Polemik SINDO Trijaya bertema 'Paradise Papers, Cerita atau Fakta?' di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (11/11/2017).

Menurutnya, Ditjen Pajak seharusnya mendistribusikan kekayaan. Dimana orang-orang kaya dan msikin terjadi ketimpangan dalam membayar pajak. "Di Indonesia semakin tinggi (ketimpangan). Ini salah satu penyebab sistem perpajakan gagal mendistribusikan income," imbuhnya.

Menurutnya, orang miskin di dalam negeri masih membayar pajak pertambahan nilai meski tidak dikenakan penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Dia menegaskan, komponen penerimaan pajak terbesar dari cukai rokok yang konsumennya rata-rata kelas menengah ke bawah.

"Ada studi bahwa 60% penerimaan cukai disumbang oleh masyarakat miskin, jadi yang miskin harus bayar pajak dan yang kaya malah menghindar pajak. Belum lagi, upah yang rendah tapi tetap bayar pajak," ujarnya.

Pihaknya meminta pemerintah benar-benar melakukan pembenahan. Paradise papers bukan lagi persoalan Indonesia tapi semua negara mengalami hal sama. "Saya percaya, setiap penawaran akan berbanding dengan permintaan. Maka perlu berbenah agar tidak ada lagi tax haven atau yurisdiksi lainnya," tutur Widya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siapa di Balik Geger...
Siapa di Balik Geger Pandora Papers?
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
1 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
Kemenkes Imbau Masyarakat...
Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada, Virus HMPV Merebak di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved