Euro Sukses Tekan USD, Rupiah Ditutup Makin Kokoh

Rabu, 15 November 2017 - 17:15 WIB
Euro Sukses Tekan USD,...
Euro Sukses Tekan USD, Rupiah Ditutup Makin Kokoh
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup makin menguat dari penutupan kemarin yang berakhir mendatar. Kondisi ini di tengah semakin perkasanya euro terhadap USD.

Data Yahoo Finance, rupiah sore ini berada di level Rp13.532/USD atau jauh menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.550/USD. Pergerakan rupiah sendiri berada di kisaran harian Rp13.523-Rp13.550/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.535/USD atau menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.551/USD dengan kisaran level Rp13.532-Rp13.549/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir di level Rp13.555/USD atau stagnan dari penutupan sebelumnya.

Sementara, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan di level Rp13.539/USD atau menguat dari posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.542/USD

Seperti dikutip dari Reuters, euro semakin perkasa di atas level 1,18 per USD, ini untuk pertama kalinya dalam tiga pekan terakhir. Karena, investor kembali membeli saham Eropa sementara USD melemah untuk hari kedua terpengaruh melemahnya imbal hasil obligasi AS.

Tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan zona euro yang melampaui negara-negara Amerika Serikat pada kuartal ketiga, yang dipimpin oleh Jerman, pasar semakin optimistis mengenai prospek wilayah tersebut.

"USD tertekan terhadap euro dan yen serta data kuat dari Eropa jelas merupakan faktor dengan beberapa investor yang melakukan pelonggaran dari perdagangan dolar yang panjang," kata Alvin Tan, ahli strategi FX di Societe Generale di London.

Euro terhadap USD kemarin berada di level 1,1734 dan hari ini naik 0,2% hingga menembus level 1,1824 terhadap USD. Selama beberapa sesi terakhir, pembelian saham Eropa yang tidak ditandai telah meningkat tajam setelah turun pada Oktober.

Sementara, dolar Australia sebagai penggerak utama sesi Asia, tergelincir 0,6% terhadap USD ke level 0,7587, terendah sejak Juli. Data menunjukkan bahwa upah Australia naik hanya 0,5% pada kuartal ketiga dan 2,0% untuk tahun ini, masing-masing turun 0,7% dan 2,2% dan menantang pandangan Reserve Bank of Australia bahwa upah akan meningkat.

Indeks USD turun 0,3% menjadi 93,558 karena investor menunggu data inflasi konsumen AS untuk bulan Oktober, yang akan dirilis pada hari ini, yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan harga konsumen yang marjinal.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
8 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
10 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved