IHSG Makin Meroket, Rupiah Siang Ini Balik Melemah
Kamis, 16 November 2017 - 12:32 WIB
IHSG Makin Meroket, Rupiah Siang Ini Balik Melemah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini berbalik melemah di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I hari ini yang semakin menguat.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.546/USD atau memburuk dari penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.532/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.531-Rp13.551/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.543/USD atau lebih buruk dari posisi sebelumnya yang berada pada level Rp13.532/USD. Pergerakan rupiah berada pada kisaran level Rp13.528-Rp13.546/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, siang ini berada pada level Rp13.538/USD atau stabil dari posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.539/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini membaik ke level Rp13.544/USD dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.555/USD.
Di sisi lain, IHSG siang ini meroket dengan mendapat tambahan sebesar 58,50 poin setara 0,98% ke level 6.030,81 setelah tadi pagi dibuka naik 12,92 poin setara 0,22% ke level 5.985,24 dan kemarin ditutup ambruk 15,98 poin setara 0,27% ke level 5.972,31.
Sektor saham dalam negeri siang ini mayoritas berada di zona hijau dengan sektor konsumer menguat tertinggi sebesar 2,36% dan sektor yang melemah terdalam yaitu pertambangan yang anjlok 0,23%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,97 miliar dengan 4,32 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing sebesar minus Rp1,94 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp11,91 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp9,96 triliun. Tercatat 169 saham naik, 123 saham turun dan 119 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI), PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL).
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.546/USD atau memburuk dari penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.532/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.531-Rp13.551/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.543/USD atau lebih buruk dari posisi sebelumnya yang berada pada level Rp13.532/USD. Pergerakan rupiah berada pada kisaran level Rp13.528-Rp13.546/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, siang ini berada pada level Rp13.538/USD atau stabil dari posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.539/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini membaik ke level Rp13.544/USD dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.555/USD.
Di sisi lain, IHSG siang ini meroket dengan mendapat tambahan sebesar 58,50 poin setara 0,98% ke level 6.030,81 setelah tadi pagi dibuka naik 12,92 poin setara 0,22% ke level 5.985,24 dan kemarin ditutup ambruk 15,98 poin setara 0,27% ke level 5.972,31.
Sektor saham dalam negeri siang ini mayoritas berada di zona hijau dengan sektor konsumer menguat tertinggi sebesar 2,36% dan sektor yang melemah terdalam yaitu pertambangan yang anjlok 0,23%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,97 miliar dengan 4,32 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing sebesar minus Rp1,94 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp11,91 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp9,96 triliun. Tercatat 169 saham naik, 123 saham turun dan 119 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI), PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL).
(izz)
Lihat Juga :