Ekonom Ungkap Penyebab Penyaluran Kredit Melambat

Senin, 20 November 2017 - 23:11 WIB
Ekonom Ungkap Penyebab...
Ekonom Ungkap Penyebab Penyaluran Kredit Melambat
A A A
JAKARTA - Perlambatan pertumbuhan kredit tahun ini menurut Chief Economist SKHA Institute for Global Competitiveness (SIGC) Eric Alexander Sugandi disebabkan beberapa hal. Pertama dari sisi supply, dimana perbankan masih berhati-hati dan belum terlalu agresif memberikan pinjaman lantaran pertumbuhan ekonomi yang masih tertekan sehingga bisa menyebabkan resiko kredit bermasalah (NPL) naik.

(Baca Juga: Penyaluran Kredit Diperkirakan Tumbuh 8% Hingga Akhir Tahun )

Lebih lanjut Ia menerangkan faktor kedua, yakni dari sisi demand yakni banyak perusahaan yang tidak meminjam kredit dikarenakan pertumbuhan bisnis yang masih belum kuat. "Ini di antaranya karena melemahnya konsumsi rumah tangga akibat pelemahan daya beli," ujar dia saat dihubungi, Senin (20/11/2017).

Eric pun memprediksi, pertumbuhan kredit tahun 2018 bisa membaik dibandingkan tahun 2017. Hal tersebut dikarenakan, pertumbuhan ekonomi tahun depan diperkirakan bisa lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun ini. "Dengan demikian, dari sisi demand kredit juga bisa tumbuh lebih kuat," sebutnya.

Kemudian jika dilihat dari sisi supply kredit, sambung dia, kebijakan pelonggaran moneter oleh Bank Indonesia (baik dengan pemotongan BI 7 day repo rate dan kebijakan makroprudensial) telah turunkan suku bunga kredit. "Tahun ini saya perkirakan pertumbuhan kredit berada di kisaran 8%-9%, sementara tahun depan bisa sekitar 10%-12%," paparnya.

Sebelumnya BI mengatakan, penyaluran pertumbuhan kredit hingga akhir tahun 2017 diprediksi lebih rendah dari perkiraan semula yaitu menjadi sekitar 8%. Dengan mempertimbangkan masih rendahnya pertumbuhan kredit tersebut, Bank Indonesia (BI) menetapkan Countercyclical Capital Buffer (CCB) tidak berubah yaitu 0%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbankan Setengah Hati...
Perbankan Setengah Hati Salurkan Kredit, Ekonom: Kondisinya Tidak Tepat
Penyaluran Kredit Perbankan...
Penyaluran Kredit Perbankan Bulan Maret Meningkat 7,2%
Akses Kredit Perbankan...
Akses Kredit Perbankan Masih Jadi Tantangan UMKM
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
BI: Penyaluran Kredit...
BI: Penyaluran Kredit Baru Perbankan April 2023 Tumbuh Terbatas
Penyaluran Kredit Perbankan...
Penyaluran Kredit Perbankan Bulan April 2020 Melambat 4,9%
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Ilmuwan Ungkap Aktivitas...
Ilmuwan Ungkap Aktivitas Otak Manusia Menjelang Kematian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved