IHSG Diperkirakan Melemah di 6.020-6.070
Selasa, 21 November 2017 - 08:09 WIB
IHSG Diperkirakan Melemah di 6.020-6.070
A
A
A
JAKARTA - Di awal pekan ini, mayoritas indeks saham di Asia ditutup bervariasi dengan Indeks Hangseng (+0.21%) dan Shanghai (+0.56%) menguat disaat Indeks Nikkei (-0.60%), Topix (-0.23%) dan Kospi (-0.25%) melemah. Data Neraca perdagangan dan tingkat ekspor di Jepang yang melambat menjadi faktor utama, dimana aktifitas ekspor jepang melambat 14.0% dari 14.1% dengan ekspektasi naik 15.8%.
IHSG (+0.03%) ditutup menguat tipis 1.55 poin di level 6053.28 setelah sempat bergerak optimis di awal sesi perdagangan dan tertekan hingga akhir sesi perdagangan. Sektor infrastruktur (-1.00%) menjadi penekan pelemahan dan sektor industri dasar (+0.82%) menguat menjadi penahan pelemahan IHSG hingga akhir sesi perdagangan. Investor asing terlihat melakukan aksi beli bersih pada pasar reguler di awal pekan sebesar Rp164,79 miliar dan aksi jual Rp213,79 miliar sehingga tercatat net sell Rp49 miliar.
Indeks Eurostoxx (-0.10%), FTSE (-0.26%), DAX (-0.21%), CAC (-0.02%) dibuka lebih rendah diawal pekan. Investor kembali memperhatikan resiko politik di Eropa. Koalisi eksplorasi di Jerman berakhir dengan keruntuhan dramatis sesaat. Minimnya sentimen selanjutnya membuat pergerakan selanjutnya akan cenderung terkonsolidasi dengan momentum yang telah overbought.
Analis Senior Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal, IHSG membentuk pola bearish counter attack setelah menyentuh upper bollinger bands. Pergerakan Indikator Stochastic tertekan menjenuh pada osilator cukup tinggi dengan Momentum indikator RSI yang flat seakan tertahan pada resistance momentum MA14 diatas middle area.
Lanjar memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah pada perdagangan selanjutnya dengan range pergerakan 6.020-6.070. saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya CPIN, INDF, INTP, LSIP, SMGR, RAJA.
IHSG (+0.03%) ditutup menguat tipis 1.55 poin di level 6053.28 setelah sempat bergerak optimis di awal sesi perdagangan dan tertekan hingga akhir sesi perdagangan. Sektor infrastruktur (-1.00%) menjadi penekan pelemahan dan sektor industri dasar (+0.82%) menguat menjadi penahan pelemahan IHSG hingga akhir sesi perdagangan. Investor asing terlihat melakukan aksi beli bersih pada pasar reguler di awal pekan sebesar Rp164,79 miliar dan aksi jual Rp213,79 miliar sehingga tercatat net sell Rp49 miliar.
Indeks Eurostoxx (-0.10%), FTSE (-0.26%), DAX (-0.21%), CAC (-0.02%) dibuka lebih rendah diawal pekan. Investor kembali memperhatikan resiko politik di Eropa. Koalisi eksplorasi di Jerman berakhir dengan keruntuhan dramatis sesaat. Minimnya sentimen selanjutnya membuat pergerakan selanjutnya akan cenderung terkonsolidasi dengan momentum yang telah overbought.
Analis Senior Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal, IHSG membentuk pola bearish counter attack setelah menyentuh upper bollinger bands. Pergerakan Indikator Stochastic tertekan menjenuh pada osilator cukup tinggi dengan Momentum indikator RSI yang flat seakan tertahan pada resistance momentum MA14 diatas middle area.
Lanjar memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah pada perdagangan selanjutnya dengan range pergerakan 6.020-6.070. saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya CPIN, INDF, INTP, LSIP, SMGR, RAJA.
(ven)
Lihat Juga :