Faisal Basri Sebut Ekonomi Indonesia Kuntet

Rabu, 22 November 2017 - 12:39 WIB
Faisal Basri Sebut Ekonomi...
Faisal Basri Sebut Ekonomi Indonesia Kuntet
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri meminta pemerintah menyadari bahwa hingga saat ini tren pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat. Pasalnya, selama ini pemerintah selalu menyatakan bahwa ekonomi di Tanah Air terus menunjukkan perbaikan.

(Baca: Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Kuartal III Meningkat ke 5,06% )

Dia mengatakan, tren perlambatan ekonomi Indonesia tersebut terlihat dari tren jangka menengah dan jangka panjang. Bahkan, Faisal menganggap bahwa ekonomi Indonesia semakin kuntet.

"Jadi lambat tapi pasti. Dari 8% growth nya, turun jadi 7%, dan sekarang turun jadi 5%. Jadi jangan mimpi macam-macam dulu deh. Jadi istilahnya kita mengalami stunting, ekonomi Indonesia mengalami kuntet. Faktanya begitu," katanya di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

(Baca: Sri Mulyani Waspadai Dampak Ekonomi dari Ketegangan AS-Korut )

Selain itu, Faisal Basri juga mengkritik kebijakan pemerintah yang ingin mendorong ekonomi dari pinggiran, perbatasan, dan kawasan timur. Namun nyatanya, pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur justru semakin melemah.

"Papua sudah 10 kali lebih Jokowi ke sana, pertumbuhan ekonominya turun terus. Sulawesi turun, Bali dan NTT turun. Jadi ada persoalan antara realitas dengan persepsi. Ini yang agak repot. Seolah semuanya bagus, tapi fakta itu enggak main-main," imbuhnya.

Dia mencontohkan, pertumbuhan ekonomi Bali dan NTT dari sekitar 10% semakin melorot menjadi 5% dan kini hanya sekitar 2%. Menurutnya, perbaikan ekonomi hanya terjadi di Jawa dan Sumatera.

"Yang mantap itu Jawa dan Sumatera saja. Bisa diduga kira-kira pergerakan uang, peredaran uang tidak jauh beda dengan gambaran ini. Jadi ada yang salah dalam strategi," tutur Faisal.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved