Pengusaha Transportasi Online Didesak Beri Sanksi Pengemudi Nakal

Rabu, 22 November 2017 - 16:51 WIB
Pengusaha Transportasi...
Pengusaha Transportasi Online Didesak Beri Sanksi Pengemudi Nakal
A A A
JAKARTA - Kerap terjadinya tindakan kejahatan yang dilakukan oleh pengemudi transportasi online kepada pelanggan, membuat timbulnya desakan agar pengusaha transportasi online memberlakukan sanksi tegas. Sementara pemerintah sendiri juga diminta mempertegas terkait aturan soal transportasi online

Berawal dari percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh driver salah satu ojek online terhadap mahasiswa asal Turki di Kuta, Bali. Menurut Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) hal itu terjadi karena ketidakjelasan kebijakan perusahaan yang mengatur mitra driver.

Seperti diketahui, Selasa pekan lalu (14/11), tepatnya di Jimbaran-Bali, mahasiswi Turki berinisial NB (27) menjadi korban percobaan pemerkosaan oleh terduga pelaku berinisial ESLB (23) yang bertugas sebagai driver ojek online Grab. Ketua Komnas Perempuan Azriana menilai kebijakan pengoperasian ojek online harus dimaksimalkan agar kejadian yang sama tidak terulang.

"Dengan adanya kasus ini, saya melihat kebijakan di manajemen Grab terlalu longgar. Meskipun mereka bilang bahwa ini tanggung jawab driver, tapi tetap mengecewakan pengguna jasa," kata Azriana di Jakarta, Rabu (22/11).

Lebih lanjut Ia meminta, manajemen perusahaan yang bersangkutan agar melakukan pembenahan terkait regulasi dan mekanisme perusahaan yang mampu memantau mitra pengemudinya.

"Misalnya diadakan semacam pelatihan untuk para driver agar moral mereka bisa terlatih dengan baik dalam melayani penumpang. Selain itu, adanya sanksi tegas untuk driver yang melanggar, juga sangat diperlukan," ujarnya.

Langkah tersebut menurutnya perlu dilakukan untuk menjamin kasus serupa tidak lagi terulang. "Karena bukan saya saja tapi semua tidak ingin pasti, perempuan menjadi objek kekerasan seksual," pungkas dia.

Terpisah pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno mengatakan, kasus tersebut merupakan contoh bahwa manajemen taksi online tidak mampu menjangkau mitra pengemudinya. "Saya kira kejadian seperti itu harus dicegah. Minimal dengan memberikan pemahaman kepada mitra pengemudi berserta sanksi-sanksinya," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Audiensi Pimpinan DPR...
Audiensi Pimpinan DPR dengan Serikat Pekerja Angkutan Bahas Pelindungan Transportasi Online
Ekosistem Transportasi...
Ekosistem Transportasi Online Terjaga, ORASKI: Jangan Rusak dengan Regulasi Keliru Arah
Buka Lapangan Kerja,...
Buka Lapangan Kerja, Partai Emas Uji Coba Layanan Transportasi Daring
Cara Mitra Taksi Online...
Cara Mitra Taksi Online Menyiasati Orderan Sepi Saat Pandemi
Mitra Driver Mengeluhkan...
Mitra Driver Mengeluhkan Program Kepemilikan Mobil Grab
Bluebird Kenalkan Versi...
Bluebird Kenalkan Versi Aplikasi Terbaru MyBlueBird
Berita Terkini
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
10 menit yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
36 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
57 menit yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
1 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
2 jam yang lalu
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
2 jam yang lalu
Infografis
Aguan Sugianto, Pengusaha...
Aguan Sugianto, Pengusaha Sukses Pendiri Agung Sedayu Group
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved