Intrajasa Kembangkan Layanan Digital Dalam Pengiriman Uang

Sabtu, 25 November 2017 - 12:58 WIB
Intrajasa Kembangkan...
Intrajasa Kembangkan Layanan Digital Dalam Pengiriman Uang
A A A
JAKARTA - Intrajasa (www.intrapayement.co.id) menegaskan posisi dengan branding Intrapayment untuk produk yang dijalankan, sejak hadir di industri finansial teknologi (Fintech). Sebagai perusahaan yang memegang lisensi pengiriman uang, Intrajasa telah mengembangkan layanan dan platform teknologi selain untuk pengiriman uang, juga untuk market Payment Gateway

Produk yang ada dalam layanan ini termasuk dari mitra baru seperti Alipay, WechatPay dan China Union Pay. Guna melengkapi kualitas layanan, telah disiapkan juga aplikasi mobile yang bertujuan memberikan kemudahan sekaligus aman bagi pelanggan mengirimkan uang secara real-time. Perluasan jaringan layanan baik di dalam maupun di luar negeri dinilai sangat penting agar pelanggan dapat menggunakan layanan Intrapayment dengan mudah.

"Memiliki platform teknologi untuk pengiriman uang dan payment gateway memposisikan Intrajasa secara unik sebagai operator yang dapat menjalankan kedua bisnis, dari sekian operator yang ada di industri. Kami fokus untuk menjadikan intrajasa sebagai leader di pasar terkait transaksi keuangan di Indonesia," ujar Presiden dan CEO perusahaan, Milasari Anggraini lewat keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (25/11/2017).

Lebih lanjut Ia menambahkan dengan adanya tambahan modal baru, ditegaskan intrajasa tidak hanya akan mengembangkan jangkauan di dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu pemain penting di pasar pengiriman uang internasional.

Diterangkan dalam usaha memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan untuk menerima pengiriman uang di Indonesia dan untuk menguatkan jaringan pengiriman, termasuk untuk memberikan fasilitas kepada mitra usaha dalam mendistribusikan pengiriman uang, telah di tambahkan kemitraan yang memungkinkan terjadinya pengambilan pengiriman di kantor POS untuk market yang tidak memiliki rekening bank, sebagai pelengkap dari penerimaan melalui bank channel.

Dengan produk yang telah dimiliki, perusahaan memiliki keyakinan untuk memenuhi kebutuhan dari pelanggannya terkait dengan pengiriman uang dari dan ke Indonesia. Obyektif perusahaan adalah menjadi platform transaksi keuangan yang terbesar, dengan kelengkapan layanan mulai dari pengiriman uang, payment gateway dan layanan komunitas yang berbasis transaksi.

Milasari menambahkan, pengembangan sesuai dengan obyektif tersebut, adanya penambahan modal akan melengkapi asset yang dibutuhkan untuk pengembangan bisnis pengiriman uang dari dan ke Indonesia, dan juga memberikan kesempatan cross selling baik bagi bisnis payment gateway dan layanan transaksi komunitas di masing masing lingkup jaringannya.

Pencapaian perusahaan sampai dengan saat ini secara financial maupun koneksi dengan mitra pengiriman memberikan optimisme yang melompat jauh dari target perkembangan bisnis yang dicanangkan. Hal tersebut sangat dimungkinkan akibat dari pertumbuhan industri maupun eksekusi bisnis yang berhasil dijalankan oleh perusahaan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fintech Diproyeksikan...
Fintech Diproyeksikan Dorong Pertumbuhan Ekonomi pada 2026
Fenomena Equity Crowdfunding...
Fenomena Equity Crowdfunding Meningkat, LandX Siapkan Beragam Strategi
Fintech Lending Tumbuh...
Fintech Lending Tumbuh Positif, Pelaku Industri Dorong Akses Pendanaan dan Literasi Keuangan
Siap Membawa Revolusi,...
Siap Membawa Revolusi, Fintech Lending Ini Raih Pendanaan Seri B USD80 Juta
Bank Digital Ini Jadi...
Bank Digital Ini Jadi Tempat Kerja yang Menyenangkan Karyawannya
Pertengahan Kuartal...
Pertengahan Kuartal III/2021, Fintech AsetKu Salurkan Dana Rp14 Triliun
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved