Toys R Us Akan Tutup 25 Toko, Ratusan Pekerja Terancam PHK
Senin, 04 Desember 2017 - 10:59 WIB
Toys R Us Akan Tutup 25 Toko, Ratusan Pekerja Terancam PHK
A
A
A
LONDON - Raksasa ritel mainan Toys R Us bersiap menutup sekitar seperempat dari total 106 toko mereka di Inggris, untuk membuat ratusan pekerja diperkirakan bakal kehilangan pekerjaan mereka. Penutupan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan untuk menegosiasikan hutang perusahaan yang harus disepakati oleh 75% dari para kreditur.
Seperti dilansir BBC, Senin (4/12/2017) perusahaan raksasa penjual mainan yang memiliki sekitar 3.000 pekerja, tengah mencari cara keluar dari model toko saat ini. Perdagangan kartu dan hadiah Natal diyakini tidak terlalu akan terpengaruh. Keputusan pengelola Toys R Us Inggris untuk sebuah proses bernama company voluntary arrangement (CVA), dimana mekanisme yang memungkinkan Toys R Us untuk mengatur dana dan operasionalnya sambil menikmati perlindungan dari kreditor,
Maka perusahaan akan mencari persetujuan dari Dewan dan perusahaan induk AS untuk memasuki perundingan, dengan sedikitnya 75% dari kreditor perusahaan. Diperkirakan bahwa cabang Toys R Us yang terletak di pinggiran kota berpotensi lebih besar untuk ditutup, sebagai akibat kinerja penjualan yang lesu. Gaya toko seperti gudang yang diusung Toys R Us sejak 1980-an dan 1990-an dipandang sudah usang untuk masa kini. DitambahbBiaya operasionalnya pun tinggi.
Spesialis restrukturisasi perusahaan Alvarez dan Marsal disebut akan menyusun company voluntary arrangement atas namanya. Ia berharap dapat segera mencapai kesepakatan untuk utang Toys R Us yang akan memungkinkan untuk melakukan trading tanpa dikejar untuk berutang. Sementara itu juru bicara Toys R Us tidak mau berkomentar pada proses CVA, penutupan toko atau kehilangan pekerjaan.
Proses CVA terpisah untuk proses perlindungan kepailitan yang melibatkan Toys R dari perusahaan induk AS, yang diumumkan pada bulan September. Sebagai informasi Toys R Us di Inggris telah mengalami kerugian dalam tujuh tahun terakhir. Pada Januari 2017, penghasilan Toys R Us Inggris sebesar 418 juta Poundsterling dengan kerugian sebanyak 0,5 juta Poundsterling.
Analis ritel Kate Hardcastle, dari Insight With Passionmengatakan tantangan yang dihadapi Toys R Us seracar umum dihadapi oleh retailer. "Ritel mainan, busana, semua orang akan mengurangi ukuran toko mereka. Hal ini akan dilakukan mereka. Dalam 24 bulan-bulan mendatang Anda akan melihat lebih banyak berita semacam ini," ucap Hardcastle.
Ia menambahkan bahwa Toys R Us terutama terkena dampak dari meningkatnya e-commerce karena pelanggan paling nyaman membeli mainan dan elektronik via online karena mereka menawarkan merek-merek terkenal dan terpercaya. "Tidak ada industri bermerek yang lebih besar. Jika saya membeli Lego: Lego is Lego, Lego adalah Lego," ungkapnya.
"Toys R Us memiliki banyak cabang dengan produk lengkap, tetapi mereka tidak pernah akan menang untuk memerangi dengan internet. Toys R Us terjebak antara berbagai tawaran harga lebih rendah dari ritel online dan penawaran oleh toko-toko mainan seperti toko toko Hamleys, Lego dan Disney," paparnya.
Seperti dilansir BBC, Senin (4/12/2017) perusahaan raksasa penjual mainan yang memiliki sekitar 3.000 pekerja, tengah mencari cara keluar dari model toko saat ini. Perdagangan kartu dan hadiah Natal diyakini tidak terlalu akan terpengaruh. Keputusan pengelola Toys R Us Inggris untuk sebuah proses bernama company voluntary arrangement (CVA), dimana mekanisme yang memungkinkan Toys R Us untuk mengatur dana dan operasionalnya sambil menikmati perlindungan dari kreditor,
Maka perusahaan akan mencari persetujuan dari Dewan dan perusahaan induk AS untuk memasuki perundingan, dengan sedikitnya 75% dari kreditor perusahaan. Diperkirakan bahwa cabang Toys R Us yang terletak di pinggiran kota berpotensi lebih besar untuk ditutup, sebagai akibat kinerja penjualan yang lesu. Gaya toko seperti gudang yang diusung Toys R Us sejak 1980-an dan 1990-an dipandang sudah usang untuk masa kini. DitambahbBiaya operasionalnya pun tinggi.
Spesialis restrukturisasi perusahaan Alvarez dan Marsal disebut akan menyusun company voluntary arrangement atas namanya. Ia berharap dapat segera mencapai kesepakatan untuk utang Toys R Us yang akan memungkinkan untuk melakukan trading tanpa dikejar untuk berutang. Sementara itu juru bicara Toys R Us tidak mau berkomentar pada proses CVA, penutupan toko atau kehilangan pekerjaan.
Proses CVA terpisah untuk proses perlindungan kepailitan yang melibatkan Toys R dari perusahaan induk AS, yang diumumkan pada bulan September. Sebagai informasi Toys R Us di Inggris telah mengalami kerugian dalam tujuh tahun terakhir. Pada Januari 2017, penghasilan Toys R Us Inggris sebesar 418 juta Poundsterling dengan kerugian sebanyak 0,5 juta Poundsterling.
Analis ritel Kate Hardcastle, dari Insight With Passionmengatakan tantangan yang dihadapi Toys R Us seracar umum dihadapi oleh retailer. "Ritel mainan, busana, semua orang akan mengurangi ukuran toko mereka. Hal ini akan dilakukan mereka. Dalam 24 bulan-bulan mendatang Anda akan melihat lebih banyak berita semacam ini," ucap Hardcastle.
Ia menambahkan bahwa Toys R Us terutama terkena dampak dari meningkatnya e-commerce karena pelanggan paling nyaman membeli mainan dan elektronik via online karena mereka menawarkan merek-merek terkenal dan terpercaya. "Tidak ada industri bermerek yang lebih besar. Jika saya membeli Lego: Lego is Lego, Lego adalah Lego," ungkapnya.
"Toys R Us memiliki banyak cabang dengan produk lengkap, tetapi mereka tidak pernah akan menang untuk memerangi dengan internet. Toys R Us terjebak antara berbagai tawaran harga lebih rendah dari ritel online dan penawaran oleh toko-toko mainan seperti toko toko Hamleys, Lego dan Disney," paparnya.
(akr)
Lihat Juga :