IHSG Sesi I Bertambah 56,57 Poin, Rupiah Variatif
Senin, 04 Desember 2017 - 12:37 WIB
IHSG Sesi I Bertambah 56,57 Poin, Rupiah Variatif
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini bergerak variatif, setelah tadi pagi masih berada di bawah tekanan. Tren negatif mata uang Garuda mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I masih nyaman di zona hijau.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.528/USD atau sedikit melemah dibanding sebelumnya yang berada di posisi Rp13.526/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.521-Rp13.549/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.524/USD atau stagnan dari posisi perdagangan kemarin yang berada pada level sama. Pergerakan rupiah berada pada kisaran level Rp13.518-Rp13.530/USD.
Sementara data SINDOnews bersumber dari Limas yang menunjukkan, rupiah siang ini menguat ke level Rp13.523/USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.530/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, siang ini bertengger di level Rp13.527/USD. Posisi ini lebih rendah dari posisi perdagangan kemarin sebelum libur panjang yang berada di level Rp13.514/USD.
Di sisi lain, IHSG siang ini terus bergerak positif dengan tambahan 56,57 poin setara 0,95% ke level 6.008,71 setelah tadi pagi pasar saham dalam negeri dibuka menguat 60,92 poin atau 1,02% menjadi 6.013,06. Kemarin, IHSG ditutup memerah ke level 5.952,138 atau melemah 109,229 poin, setara 1,802%.
Sektor saham dalam negeri siang ini mayoritas berada di zona hijau dengan aneka industri melompat tinggi sebesar 2,84%. Sementara, sektor dengan pelemahan cukup dalam yaitu perdagangan usai kehilangan 0,98%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,56 miliar dengan 10,91 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing sebesar minus Rp260,49 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,43 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,17 triliun. Tercatat 124 saham naik, 195 saham turun dan 125 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Astra International Tbk (ASII) serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Sedangkan, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) dan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA).
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.528/USD atau sedikit melemah dibanding sebelumnya yang berada di posisi Rp13.526/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.521-Rp13.549/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.524/USD atau stagnan dari posisi perdagangan kemarin yang berada pada level sama. Pergerakan rupiah berada pada kisaran level Rp13.518-Rp13.530/USD.
Sementara data SINDOnews bersumber dari Limas yang menunjukkan, rupiah siang ini menguat ke level Rp13.523/USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.530/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, siang ini bertengger di level Rp13.527/USD. Posisi ini lebih rendah dari posisi perdagangan kemarin sebelum libur panjang yang berada di level Rp13.514/USD.
Di sisi lain, IHSG siang ini terus bergerak positif dengan tambahan 56,57 poin setara 0,95% ke level 6.008,71 setelah tadi pagi pasar saham dalam negeri dibuka menguat 60,92 poin atau 1,02% menjadi 6.013,06. Kemarin, IHSG ditutup memerah ke level 5.952,138 atau melemah 109,229 poin, setara 1,802%.
Sektor saham dalam negeri siang ini mayoritas berada di zona hijau dengan aneka industri melompat tinggi sebesar 2,84%. Sementara, sektor dengan pelemahan cukup dalam yaitu perdagangan usai kehilangan 0,98%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,56 miliar dengan 10,91 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing sebesar minus Rp260,49 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,43 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,17 triliun. Tercatat 124 saham naik, 195 saham turun dan 125 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Astra International Tbk (ASII) serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Sedangkan, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) dan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA).
(akr)
Lihat Juga :