Rupiah Awal Pekan Ditutup Menyusut, USD Menanjak
Senin, 04 Desember 2017 - 17:13 WIB
Rupiah Awal Pekan Ditutup Menyusut, USD Menanjak
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan hari ini ditutup menyusut, meski tidak terlalu besar. Mata uang Garuda melanjutkan tren negatif di tengah pergerakan menanjak naik USD saat beberapa mata uang utama bergelombang.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi penutupan berada di level Rp13.525/USD atau turun tipis dari penutupan sebelumnya Rp13.524/USD. Rupiah sendiri sepanjang hari bergerak pada kisaran level Rp13.513-Rp13.532/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hingga akhir sesi perdagangan hari ini berada pada level Rp13.527/USD atau menyusut dari akhir perdagangan kemarin sebelum libur panjang di posisi Rp13.526/USD. Pergerakan harian pada awal pekan ada di kisaran level Rp13.520-Rp13.549/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga perdagangan sore hari ini juga masih tak berdaya di level Rp13.540/USD. Posisi ini tidak lebih baik dengan pelemahan sebsar 10 poin dari sebelumnya Rp13.530/USD.
Rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini bertengger di level Rp13.527/USD atau anjlok cukup dalam dari posisi perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp13.514/USD.
Seperti dilansir Reuters, Senin (4/12/2017) dollar naik setengah persen pada perdagangan awal pekan seiring pergerakan variatif mata uang utama lainnya, terimbas isu reformasi pajak AS. Di awal perdagangan London, USD meningkat mencapai sebesar 0,5% menjadi 93.35 sebelum berangsur mengurangi keuntungan.
Saat ini USD memiliki dorongan dari hasil obligasi AS yang lebih tinggi. Tercatat USD meningkat sebesar 0,6% di akhir perdagangan pada level 112.935 terhadap Yen, untuk melanjutkan tren kenaikan sebelumnya ke 112.985 dan menjadi tertinggi sejak November 17.
Sementara euro tergelincir 0,4% ke level USD1.1858 ketika optimime kebijakan reformasi pajak AS mencuat untuk menumbuhkan taruhan efeknya kepada ekonomi Eropa.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi penutupan berada di level Rp13.525/USD atau turun tipis dari penutupan sebelumnya Rp13.524/USD. Rupiah sendiri sepanjang hari bergerak pada kisaran level Rp13.513-Rp13.532/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hingga akhir sesi perdagangan hari ini berada pada level Rp13.527/USD atau menyusut dari akhir perdagangan kemarin sebelum libur panjang di posisi Rp13.526/USD. Pergerakan harian pada awal pekan ada di kisaran level Rp13.520-Rp13.549/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga perdagangan sore hari ini juga masih tak berdaya di level Rp13.540/USD. Posisi ini tidak lebih baik dengan pelemahan sebsar 10 poin dari sebelumnya Rp13.530/USD.
Rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini bertengger di level Rp13.527/USD atau anjlok cukup dalam dari posisi perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp13.514/USD.
Seperti dilansir Reuters, Senin (4/12/2017) dollar naik setengah persen pada perdagangan awal pekan seiring pergerakan variatif mata uang utama lainnya, terimbas isu reformasi pajak AS. Di awal perdagangan London, USD meningkat mencapai sebesar 0,5% menjadi 93.35 sebelum berangsur mengurangi keuntungan.
Saat ini USD memiliki dorongan dari hasil obligasi AS yang lebih tinggi. Tercatat USD meningkat sebesar 0,6% di akhir perdagangan pada level 112.935 terhadap Yen, untuk melanjutkan tren kenaikan sebelumnya ke 112.985 dan menjadi tertinggi sejak November 17.
Sementara euro tergelincir 0,4% ke level USD1.1858 ketika optimime kebijakan reformasi pajak AS mencuat untuk menumbuhkan taruhan efeknya kepada ekonomi Eropa.
(akr)