Rupiah Berakhir Menghijau Saat USD Mendatar
Selasa, 05 Desember 2017 - 17:35 WIB
Rupiah Berakhir Menghijau Saat USD Mendatar
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan ditutup menghijau untuk menjaga tren penguatan sepanjang hari ini. Mata uang garuda mulai pulih, saat USD cenderung bergerak mendatar.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi penutupan berada di level Rp13.518/USD atau lebih baik dari penutupan sebelumnya Rp13.525/USD. Rupiah sendiri sepanjang hari bergerak pada kisaran level Rp13.508-Rp13.525/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hingga akhir sesi perdagangan hari ini berada pada level Rp13.519/USD atau menanjak naik dari akhir perdagangan kemarin Rp13.527/USD. Pergerakan harian pada hari ini ada di kisaran level Rp13.503-Rp13.524/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga perdagangan sore hari ini juga masih menjaga tren positif dalam jalur hijau di posisi Rp13.530/USD. Meski sedikit terkoreksi, namun masih membaik dari penutupan awal pekan kemarin Rp13.540/USD.
Rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini bertengger di level Rp13.515/USD atau mulai menguat dari posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.527/USD.
Dilansir Reuters, Selasa (5/12/2017) USD stabil pada perdagangan hari ini, setelah memposting kenaikan terbesar dalam sepekan di sesi sebelumnya. Namun investor terlihat masih wait and see sebelum kebijakan pemotongan pajak AS menjadi kenyataan, di tengah pelemahan poundsterling.
Terhadap enam mata uang utama lainnya, dolar AS lebih tinggi 0,2% pada posisi 93.278. Sementara dalam sesi hari sebelumnya, USD meningkat sebesar 0,3% untuk menjadi kenaikan terbesar sejak 28 November.
Sedangkan Poundsterling jatuh cukup dalam mencapai lebih dari setengah persen, di awal perdagangan seiring kekecewaan investor terhadap negosiasi kesepakatan Brexit yang tidak kunjung menemui titik temu. Mata uang Inggris jatuh 0.8% menjadi 1.3375 terhadap USD, untuk memperpanjang pelemahan di Asia.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi penutupan berada di level Rp13.518/USD atau lebih baik dari penutupan sebelumnya Rp13.525/USD. Rupiah sendiri sepanjang hari bergerak pada kisaran level Rp13.508-Rp13.525/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hingga akhir sesi perdagangan hari ini berada pada level Rp13.519/USD atau menanjak naik dari akhir perdagangan kemarin Rp13.527/USD. Pergerakan harian pada hari ini ada di kisaran level Rp13.503-Rp13.524/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga perdagangan sore hari ini juga masih menjaga tren positif dalam jalur hijau di posisi Rp13.530/USD. Meski sedikit terkoreksi, namun masih membaik dari penutupan awal pekan kemarin Rp13.540/USD.
Rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini bertengger di level Rp13.515/USD atau mulai menguat dari posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.527/USD.
Dilansir Reuters, Selasa (5/12/2017) USD stabil pada perdagangan hari ini, setelah memposting kenaikan terbesar dalam sepekan di sesi sebelumnya. Namun investor terlihat masih wait and see sebelum kebijakan pemotongan pajak AS menjadi kenyataan, di tengah pelemahan poundsterling.
Terhadap enam mata uang utama lainnya, dolar AS lebih tinggi 0,2% pada posisi 93.278. Sementara dalam sesi hari sebelumnya, USD meningkat sebesar 0,3% untuk menjadi kenaikan terbesar sejak 28 November.
Sedangkan Poundsterling jatuh cukup dalam mencapai lebih dari setengah persen, di awal perdagangan seiring kekecewaan investor terhadap negosiasi kesepakatan Brexit yang tidak kunjung menemui titik temu. Mata uang Inggris jatuh 0.8% menjadi 1.3375 terhadap USD, untuk memperpanjang pelemahan di Asia.
(akr)