IHSG Ditutup Terperosok Nyaris Tinggalkan Level 6.000

Kamis, 07 Desember 2017 - 16:44 WIB
IHSG Ditutup Terperosok...
IHSG Ditutup Terperosok Nyaris Tinggalkan Level 6.000
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup semakin melemah, bahkan nyaris tinggalkan level 6.000. IHSG berakhir ke level 6.006,83 dengan melemah 28,67 poin setara dengan 0,48%.

IHSG siang tadi tambah melemah dengan berkurang 15,04 poin ke level 0,25% menjadi 6.020,47 setelah tadi pagi pasar saham dalam negeri dibuka turun 3,45 poin atau setara 0,06% ke posisi 6.032,05. Kemarin, IHSG berakhir ke level 6.035,51 dengan tambahan 35,03 poin yang setara dengan 0,58%.

Sektor saham dalam negeri sore ini mayoritas memerah dipimpin pelemahan terdalam oleh sektor aneka perkebunan yang melemah 1,44% dan sektor yang menguat tertinggi yaitu industri dasar yang naik 1,31%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,25 triliun dengan 16,77 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,21 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp4,04 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,82 triliun. Tercatat 147 saham menguat, 200 saham melemah dan 144 saham stagnan.

Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menguat Rp420 menjadi Rp2.920, PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) naik Rp100 menjadi Rp3.690, dan PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) naik Rp80 menjadi Rp2.080.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp375 menjadi Rp79.950, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp100 menjadi Rp10.700, dan PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp50 menjadi Rp8.300.

Seperti dilansir CNBC, Kamis (7/12/2017), bursa saham Asia ditutup mixed karena Indeks Hang Seng dan Nikkei 225 mengalami beberapa kerugian setelah kemarin turun sekitar 2%. Di Amerika Serikat, indeks utama ditutup mixed karena investor menunggu perkembangan reformasi pajak.

Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,45% atau 320,99 poin ditutup pada level 22.498,03 setelah jatuh hampir 2% pada sesi sebelumnya. Kenaikan terlihat di berbagai sektor, dengan mobil, rumah, teknologi dan perdagangan naik lebih tinggi.

Di Korea Selatan, indeks patokan Kospi tergelincir 0,5% menjadi 2.461,98. Keuntungan di beberapa sektor berteknologi diimbangi kerugian di sektor manufaktur dan minyak. Saham Blue-chip seperti Samsung Electronics ditutup naik 1,44%, sementara produsen baja Posco dan Hyundai Steel masing-masing turun 0,15% dan 1,97%.

Di Australia, S&P/ASX 200 menguat 0,54% untuk mengakhiri sesi di level 5.977,72. Pasar saham China variatif dengan Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,3%. Sementara, Shanghai Composite melemah 0,67% ke level 3.272 dan Shenzhen Compositre turun 0,6% menjadi 1.868,42.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lanjutkan Penguatan...
Lanjutkan Penguatan di Pagi Hari, IHSG Sentuh Level 6.085
IHSG Tidak Terbendung,...
IHSG Tidak Terbendung, Pagi Ini Dibuka Terus Menguat ke Level 6.018
Bergerak Dua Arah, IHSG...
Bergerak Dua Arah, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Level 6.104
BPS: Inflasi Mei 2022...
BPS: Inflasi Mei 2022 Tertinggi sejak Desember 2017
236 Saham Menguat, IHSG...
236 Saham Menguat, IHSG Dibuka Meluncur ke Level 6.158
Mainkan 8 Saham Ini...
Mainkan 8 Saham Ini Saat IHSG Bakal Melanjutkan Tren Penguatan
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
8 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
42 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved