BCA Ajak Perusahaan Tertutup Go Public

Senin, 11 Desember 2017 - 11:56 WIB
BCA Ajak Perusahaan...
BCA Ajak Perusahaan Tertutup Go Public
A A A
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengajak para perusahaan tertutup untuk dapat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau go public.

Wakil Presiden Direktur BCA Armand W Hartono mengatakan, kondisi pasar modal sekarang sudah menjadi alternatif pendanaan bagi perusahaan. "Banyak perusahaan yang dapat akses permodalan dari BEI," ujarnya di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Dia menjelaskan, salah satu perusahaan yang sudah memanfaatkan akses pendanaan dari BEI yakni BCA sendiri setelah go public pada tahun 2000. "Pada waktu krisis 1998 dan 2000 kita go public. Apalagi sebagai bank, bank itu industri yang selalu butuh modal," kata Armand.

Menurutnya, dengan menjadi perusahaan go public, Armand menjelaskan, BCA dapat berkembang dengan nilai kapitalisasi mencapai USD37 miliar atau sekitar Rp499,5 triliun.

"Periode setahun kemarin saja kita sudah naik 55%, meningkat 47% dibanding tahun lalu. Harga saham BCA sekarang di sekitar Rp20 ribuan," kata dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Melantai di BEI, PT...
Melantai di BEI, PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) Raup Dana Rp36 Miliar
PT Bersama Mencapai...
PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) Bersiap Segera Listing di Bursa Efek Indonesia
Harga Sahamnya Meroket...
Harga Sahamnya Meroket 14.000% Sejak IPO, Ini Penjelasan DCII
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
BEI Bikin Indeks Saham...
BEI Bikin Indeks Saham yang Anti-Kontroversi: Saham Rokok Masuk di Dalamnya
Bank BCA Bagikan Dividen...
Bank BCA Bagikan Dividen Rp98 per Saham, Cek Jadwal Lengkapnya
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
38 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved