Darmin Ungkap Latar Belakang Ekonomi RI Tumbuh Berkualitas

Senin, 11 Desember 2017 - 12:14 WIB
Darmin Ungkap Latar...
Darmin Ungkap Latar Belakang Ekonomi RI Tumbuh Berkualitas
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Pereknomian Darmin Nasution mengklaim bahwa ekonomi Indonesia tumbuh berkualitas. Hal ini terlihat dari menurunnya tingkat pengangguran, gini rasio, hingga inflasi di Tanah Air.

(Baca: Darmin Klaim Ekonomi RI Tumbuh Berkualitas meski Merangkak )

Dia mengatakan, pada tahun ini inflasi diperkirakan akan berada pada kisaran 3% hingga 3,5%. Bahkan dia meyakini, inflasi nasional akan berada pada angka 3,5%.

"Jadi, pertumbuhan cukup baik, tingkat pengangguran turun, tingkat kemiskinan turun, gini rasio turun, inflasi juga turun," katanya dalam Seminar Nasional Outlook Industri 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Menurutnya, kebijakan yang diambil pemerintah dan melahirkan peningkatan kualitas ekonomi di Indonesia adalah fokus terhadap pembangunan infrastruktur. Di mana, sejak awal pemerintahan Jokowi-JK bertekad untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di seluruh penjuru di Tanah Air.

"Kita mulai dengan pembangunan infrastruktur, kemudian secara menyebar di seluruh Indonesia. Pembangunan infrastruktur kita menyebar cukup baik, walaupun belum semuanya selesai," imbuhnya.

Selain itu, lanjut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, pemerintah juga mendorong penyebaran kawasan industri di Indonesia. Ini termasuk kawasan pariwisata hingga kawasan ekonomi khusus (KEK) yang telah banyak terbentuk di Indonesia.

"Itu sebagai bagian dari infrastruktur. Tapi ini infrastruktur industri namanya, yaitu kawasan ekonomi khusus, kawasan industri, dan kawasan pariwisata strategis nasional. Menyebar di seluruh nusantara," jelas Darmin.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
13 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
20 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
3 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved