Lirik Investasi KEK, Emir Qatar Kirim Tim ke Indonesia

Senin, 11 Desember 2017 - 17:59 WIB
Lirik Investasi KEK,...
Lirik Investasi KEK, Emir Qatar Kirim Tim ke Indonesia
A A A
JAKARTA - Pemerintah Qatar akan mengirim tim teknis guna menindaklanjuti hasil pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani guna meninjau lokasi potensi investasi yang ditawarkan. Demikian pernyataan yang disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Marsekal Madya (Purn) Muhammad Basri Sidehabi setelah mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luhut juga didampingi Utusan Khusus untuk Timur Tengah dan OIC, Alwi Shihab, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi, Deputi I bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim, Arief Havas Oegroseno, dan Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Sunarko.

Menurut Dubes Basri, Emir menyambut hangat kunjungan Menko Luhut dan menyampaikan kesannya yang mendalam terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo. “Emir sangat senang dan memuji leadership Presiden Joko Widodo. Beliau juga bilang (bahwa dirinya) sangat cocok dengan Presiden Joko Widodo,” ungkapnya

Salah satu pembahasannya menindaklanjuti rencana investasi Qatar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok. "Saya bawa Gubernur NTB, (supaya) jadi konkret karena mereka mau berinvestasi di 150 hektar di KEK Mandalika," ujar Menko Luhut.

Ditambahkan, Qatar juga tertarik untuk berinvestasi di bidang pariwisata di KEK Mandalika. Termasuk investasi perpanjangan landasan pacu (runway) bandara di Lombok menjadi 3.000 meter.

Direktur PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, Ngurah Wirawan menambahkan KEK Madalika memiliki kawasan seluas 1100 hektar. Investor Qatar ditawarkan area seluas 280, namun mereka ingin fokuskan 150 hektar. Disampaikan bahwa investor Prancis juga sudah menanamkan investasinya seluas 120 hektar untuk kawasan hotel dan resort.

Selain pariwisata, pertemuan juga membahas mengenai penyelesaian Bilateral Investment Treaty antara Indonesia-Qatar, pengembangan sektor pertanian di Kalimantan, aqua-culture di Sabang, dan sponsorship Asean Games di Indonesia tahun depan. Terkait permintaan Qatar mengenai kerja sama pertanian, Luhut berjanji akan mempersiapkan lahan pertanian. "Kita siapkan di Kalimantan Tengah mungkin (seluas) 100 ribu ha," ungkap mantan Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu.

Guna melancarkan implementasi kerja sama kedua negara, dia memilih memanfaatkan jalur komunikasi informal yang lebih cepat. "Kami tukaran nomor telepon. Jadi tidak hanya melalui jalur resmi saja, langsung (komunikasi) informal kita tempuh," sambung Ngurah Wirawan.

Menurut Dubes Basri, pertemuan dilanjutkan rangkaian pertemuan bilateral dengan instansi antara lain dengan Deputy Prime Minister yang merangkap sebagai Menteri Pertahanan, Dr. Khalid bin Mohammad Al Attiyah; Menteri Keuangan, Dr. Ali Shareef Al Emadi yang juga merangkap Sekjen Supreme Council of Economic Affairs and Investment.

Pertemuan dilanjutkan dengan lunch meeting bersama Sekjen Kementerian Luar Negeri Qatar, Dr. Ahmad Hassan Al-Hamadi guna menfokuskan percepatan realisasi pelaksanaan investasi. Sebagai tindak lanjut dari kunjungan Menko Luhut, Pemerintah Qatar akan mengirim tim teknis untuk meninjau langsung potensi investasi yang ditawarkan Indonesia. Tim investasi tersebut direncanakan berkunjung pada 27 Desember.

Menurut Pelaksana Fungsi Politik KBRI Doha, Boy Dharmawan, pada hari yang sama juga dilakukan pertemuan antara pelaku usaha kedua negara. Delegasi pelaku usaha berjumlah 23 orang dipimpin Helmy Shebubakar, Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Komite Tetap Timur Tengah guna melakukan pertemuan usaha dengan pengusaha Qatar di Qatar Chamber Commerce (QCC).

Pada tanggal yang sama, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf berkunjung ke Qatar dengan membawa delegasi investasi guna melakukan pertemuan dengan investor Qatar termasuk diantaranya CEO Qatar Airways, Akbar Al Baker. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan Emir Qatar ke Indonesia bulan Oktober lalu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia dan China...
Indonesia dan China Dorong Kerja Sama Investasi dan Perdagangan
Presiden Jokowi-PM Ceko...
Presiden Jokowi-PM Ceko Bahas Investasi, Pertahanan hingga Indo Pasifik
Festival Indonesia di...
Festival Indonesia di Melbourne Pererat Kerja Sama Dagang, Investasi, dan Pariwisata Indonesia-Australia
Indonesia-Inggris Genjot...
Indonesia-Inggris Genjot Kerja Sama Perdagangan dan Investasi
Kadin Indonesia dan...
Kadin Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Dagang dan Investasi
Indonesia dan Bosnia...
Indonesia dan Bosnia Eratkan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
3 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
4 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
4 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
4 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved