BPJSTK Target Minimal Akuisisi 20 Juta Peserta di 2018
Kamis, 14 Desember 2017 - 18:28 WIB
BPJSTK Target Minimal Akuisisi 20 Juta Peserta di 2018
A
A
A
JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) menargetkan untuk melakukan akuisisi peserta baru minimal sebanyak 20 juta peserta di tahun 2018. Hal ini demi memenuhi target 29,3 juta peserta aktif di tahun depan.
Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL BPJSTK Ilyas Lubis mengatakan, pihaknya di tahun 2017 telah berhasil melampaui target akuisisi 25,2 juta peserta. Hingga November 2017 jumlah kepesertaan telah mencapai 25,4 juta peserta yang bergabung. Sedangkan untuk 2018 ditargetkan pihaknya bisa merealisasikan target 29,3 juta peserta aktif.
“Strategi kami dengan layanan online untuk memudahkan peserta sehingga lebih nyaman. Kami juga aktif menawarkan kepada peserta yang mencairkan JHT untuk mengambil program untuk kepesertaan secara pribadi. Sekitar 55% dari yang mengambil JHT di bawah usia 60 tahun, berhasil kami tarik kembali mendaftar,” ujar Ilyas kemarin dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (14/12/2017).
Dirinya mengatakan juga strateginya dengan melakukan sosialisasi kepada mahasiswa sebagai kader BPJSTK menginformasikan ke pekerja formal dan informal lainnya mengenai BPJSTK. Karena itu pihaknya mengadakan kuliah umum di 49 Universitas di Seluruh Indonesia dalam rangka menyambut ulang tahunnya yang ke 40. Salah satu kota yang didatangi adalah Jakarta, bertempat di Universitas Jayabaya.
Kegiatan yang melibatkan jajaran direksi dan dewan pengawas ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian BPJS Ketenagakerjaan dibidang pendidikan. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat mengenal tentang jaminan sosial ketenagakerjaan beserta program dan manfaat nya lebih awal.
Dengan tema "40 Menit Mengajar", jajaran direksi, dewas dan pejabat level satu BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan kuliah mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja. Hal ini dipandang perlu sebagai bekal mahasiswa dalam mengahadapi dunia kerja karena nantinya para mahasiswa ini tentunya akan bekerja, baik secara mandiri maupun di perusahaan.
"Kami sebagai badan publik dibawah presiden memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk mahasiswa. Hal ini bertujuan agar mahasiswa mempunyai bekal pemahaman yang baik tentang jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.
Kegiatan ini akan dilanjutkan di beberapa Universitas lain di seluruh Indonesia sampai dengan akhir Desember 2017."Acara ini sangat efektif dilaksanakan, terbukti dengan antusiasme mahasiwa dalam mengikuti kuliah umum ini. Hal ini diharapkan dapat terekam di benak mahasiswa dan bisa diaplikasikan saat mereka bekerja nantinya,” tambahnya.
Pada kegiatan ini, para pengajar memberi paparan seputar peranan program JHT, JKM, JKK, dan JP dalam menyokong perekonomian bangsa melalui perlindungan pekerja dari berbagai resiko sosial dan ekonomi."Kami berharap kegiatan ini akan dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya dengan tujuan mengedukasi sebanyak-banyaknya mahasiswa akan pentingnya jaminan sosial,” paparnya.
Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL BPJSTK Ilyas Lubis mengatakan, pihaknya di tahun 2017 telah berhasil melampaui target akuisisi 25,2 juta peserta. Hingga November 2017 jumlah kepesertaan telah mencapai 25,4 juta peserta yang bergabung. Sedangkan untuk 2018 ditargetkan pihaknya bisa merealisasikan target 29,3 juta peserta aktif.
“Strategi kami dengan layanan online untuk memudahkan peserta sehingga lebih nyaman. Kami juga aktif menawarkan kepada peserta yang mencairkan JHT untuk mengambil program untuk kepesertaan secara pribadi. Sekitar 55% dari yang mengambil JHT di bawah usia 60 tahun, berhasil kami tarik kembali mendaftar,” ujar Ilyas kemarin dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (14/12/2017).
Dirinya mengatakan juga strateginya dengan melakukan sosialisasi kepada mahasiswa sebagai kader BPJSTK menginformasikan ke pekerja formal dan informal lainnya mengenai BPJSTK. Karena itu pihaknya mengadakan kuliah umum di 49 Universitas di Seluruh Indonesia dalam rangka menyambut ulang tahunnya yang ke 40. Salah satu kota yang didatangi adalah Jakarta, bertempat di Universitas Jayabaya.
Kegiatan yang melibatkan jajaran direksi dan dewan pengawas ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian BPJS Ketenagakerjaan dibidang pendidikan. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat mengenal tentang jaminan sosial ketenagakerjaan beserta program dan manfaat nya lebih awal.
Dengan tema "40 Menit Mengajar", jajaran direksi, dewas dan pejabat level satu BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan kuliah mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja. Hal ini dipandang perlu sebagai bekal mahasiswa dalam mengahadapi dunia kerja karena nantinya para mahasiswa ini tentunya akan bekerja, baik secara mandiri maupun di perusahaan.
"Kami sebagai badan publik dibawah presiden memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk mahasiswa. Hal ini bertujuan agar mahasiswa mempunyai bekal pemahaman yang baik tentang jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.
Kegiatan ini akan dilanjutkan di beberapa Universitas lain di seluruh Indonesia sampai dengan akhir Desember 2017."Acara ini sangat efektif dilaksanakan, terbukti dengan antusiasme mahasiwa dalam mengikuti kuliah umum ini. Hal ini diharapkan dapat terekam di benak mahasiswa dan bisa diaplikasikan saat mereka bekerja nantinya,” tambahnya.
Pada kegiatan ini, para pengajar memberi paparan seputar peranan program JHT, JKM, JKK, dan JP dalam menyokong perekonomian bangsa melalui perlindungan pekerja dari berbagai resiko sosial dan ekonomi."Kami berharap kegiatan ini akan dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya dengan tujuan mengedukasi sebanyak-banyaknya mahasiswa akan pentingnya jaminan sosial,” paparnya.
(akr)
Lihat Juga :