Konsumsi Premium Diprediksi Naik 2% Saat Natal dan Tahun Baru
Jum'at, 15 Desember 2017 - 15:58 WIB
Konsumsi Premium Diprediksi Naik 2% Saat Natal dan Tahun Baru
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memperkirakan akan terjadi kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) selama libur Natal dan Tahun Baru 2018. Pertamina pun menyiapkan sejumlah upaya pengamanan pasokan selama masa liburan tersebut.
(Baca Juga: Natal-Tahun Baru, Pertamina Siapkan Kantong BBM di Area Ini )
Direktur Pemasaran Pertamina Muchammad Iskandar menyebutkan, untuk BBM jenis premium diperkirakan akan ada kenaikan konsumsi sebesar 2%, pertalite 12%, dan pertamax 7%. Sementara untuk pertamina turbo diprediksi akan terjadi kenaikan konsumsi sebesar 15%, dexlite 10%, dan pertamina dex 12%.
"Jadi (kenaikan konsumsi) tidak sebesar waktu libur Lebaran," terang Muchammad di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (15/12/2017).
Sementara itu, lanjut dia, konsumsi solar pada periode tersebut mengalami penurunan sekitar 6%. Hal ini karena kegiatan distribusi barang selama Natal dan Tahun Baru sedikit berkurang.
"Kalau Lebaran turunnya tajam karena ada larangan truk barang melintas, tapi Tahun Baru turun karena load kegiatan barang memang berkurang. Average solar turunnya sekitar 6% selama masa satgas," tandasnya.
(Baca Juga: Natal-Tahun Baru, Pertamina Siapkan Kantong BBM di Area Ini )
Direktur Pemasaran Pertamina Muchammad Iskandar menyebutkan, untuk BBM jenis premium diperkirakan akan ada kenaikan konsumsi sebesar 2%, pertalite 12%, dan pertamax 7%. Sementara untuk pertamina turbo diprediksi akan terjadi kenaikan konsumsi sebesar 15%, dexlite 10%, dan pertamina dex 12%.
"Jadi (kenaikan konsumsi) tidak sebesar waktu libur Lebaran," terang Muchammad di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (15/12/2017).
Sementara itu, lanjut dia, konsumsi solar pada periode tersebut mengalami penurunan sekitar 6%. Hal ini karena kegiatan distribusi barang selama Natal dan Tahun Baru sedikit berkurang.
"Kalau Lebaran turunnya tajam karena ada larangan truk barang melintas, tapi Tahun Baru turun karena load kegiatan barang memang berkurang. Average solar turunnya sekitar 6% selama masa satgas," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :