Indonesia Ditargetkan Menjadi Pusat Ekonomi Digital Asia

Selasa, 19 Desember 2017 - 13:40 WIB
Indonesia Ditargetkan...
Indonesia Ditargetkan Menjadi Pusat Ekonomi Digital Asia
A A A
BANDUNG - Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah wirausahawan untuk mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi. Pemerintah pun secara khusus mendorong anak muda di tanah air terjun ke industri digital.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), jumlah wirausahawan pada 2017 baru mencapai 3,31% dari jumlah penduduk Indonesia, sementara standar Bank Dunia adalah 4%. Dibandingkan dengan negara ASEAN lain, jumlah wirausahawan Indonesia juga lebih kecil, misalnya Singapura (7%), Malaysia (5%), dan Thailand (4,5%), serta tidak berbeda jauh dengan Vietnam (3,3%).

"Jumlah wirausahawan di Indonesia masih sedikit. Padahal, peluang usaha di Tanah Air masih sangat terbuka lebar," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Entrepreneurs Wanted! (EW!) yang digagas Kantor Staf Kepresidenan, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Senin (18/12/2017).

Menurut Jokowi, pemerintah berupaya merangsang pertumbuhan wirausahawan, terutama di ranah industri digital untuk menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia dengan valuasi industri mencapai 130 miliar dolar AS pada 2020. Terlebih, Indonesia memiliki semua potensi yang diperlukan untuk menjadi pusat kekuatan ekonomi digital di Asia. "Saat ini adalah peluang anak muda untuk masuk ke ruang bisnis yang sangat besar," ujar Jokowi.

Pria yang sejak lama telah menjadi wirausahawan ini berpesan kepada para lulusan perguruan tinggi (PT) untuk mengubah paradigma, yakni setelah lulus tidak hanya jadi pegawai, namun juga mampu membuka lapangan kerja. Jokowi yakin, pertumbuhan wirausahawan muda akan meningkat karena anak muda saat ini lebih kreatif, sehingga memiliki modal untuk menjadi pengusaha tangguh.

Senada dengan Presiden, Men teri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan optimismenya terhadap geliat wirausahawan muda Indonesia. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mendanai banyak mahasiswa yang berminat menjadi wirausahawan baru dengan memberikan bantuan permodalan mulai dari 5 juta hingga 50 juta untuk masing-masing mahasiswa.

"Kami mengadakan lomba mahasiswa. Mereka membuat business plan, bagaimana mengoperasikan business plan, kemudian mereka menyiapkan kebutuhan bisnis, seperti investasi berupa alat dan modal kerja. Untuk investasi, kami beri pinjaman berupa modal bergulir," jelas Nasir.

Kemenristekdikti juga melakukan berbagai upaya lain untuk menumbuhkan wirausahawan muda, antara lain Pendanaan kepada Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). "Tahun ini PPBT berjumlah 661 perusahaan, tahun depan targetnya 800 perusahaan," ungkap Nasir yakin.

Pada 2019, PPB ditargetkan meningkat hingga 1.000 perusahaan. Kemenristekdikti juga memungkinkan PT membuka program studi (prodi) kekinian yang dapat menjawab tantangan perkembangan zaman. Lulusan prodi kekinian ini diharapkan dapat menjadi wirausahawan muda dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. "Kita buka beberapa prodi di bidang ekonomi kreatif, salah satunya animasi," sebut Nasir.

Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsah Suryadi mengungkapkan, kampusnya juga mendorong tumbuhnya profesional, peneliti, dan pengusaha. Menurut dia, keahlian ketiga unsur ini mampu menjawab tantangan lompatan ekonomi digital. "Kami harap generasi zaman now dapat mempersiapkan diri menghadapi era digital," tutur Kadarsah.

ITB setidaknya telah menelurkan 77 wirausahawan muda yang bergerak di bidang digital, pangan, energi, kesehatan, dan ekonomi kreatif. Pada perhelatan ini, para wirausahawan terbaik berbagi untuk penerus bangsa. Mereka berbagi ilmu terkait pengembangan usaha, terutama melalui dunia digital.

Berdasarkan laporan Tetra Pak Index 2017, Indonesia memiliki 132 juta pengguna internet di mana 40% dari jumlah tersebut merupakan pengguna aktif media sosial. Laporan tersebut juga menyebutkan, jumlah pengguna internet yang mengakses media sosial melalui perangkat mobile mencapai 39% dari total pengguna internet. Para wirausahawan muda yang hadir menginspirasi dalam EW! kali ini adalah CEO dan Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya serta CEO dan Pendiri Amartha Andi Taufan Garuda Putra.

CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, Indone sia merupakan negara dengan pasar yang menjanjikan. Oleh karena itu, masyarakat harus percaya diri dengan mau menjadi wirausahawan. Dia menyebut, untuk memulai usaha harus bermimpi dalam memikirkan rencana. "Lalu mengucapkan dan mengakulturasikan," katanya.

Meski berbagai hambatan dipastikan akan menghadang, menurutnya pelaku usaha harus gigih dan tetap punya harapan yang tinggi. "Memang tidak semua berani dan berhasil. Tapi harus tetap punya harapan dan melupakan kegagalan," katanya.
(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Yakin UU Cipta...
Jokowi Yakin UU Cipta Kerja Dorong Ekonomi Digital Tumbuh Pesat
Pemimpin ASEAN Dorong...
Pemimpin ASEAN Dorong Ekonomi Digital untuk Pemulihan Ekonomi
Kemitraan ASEAN dan...
Kemitraan ASEAN dan India Tingkatkan Kerjasama Kesehatan dan Ekonomi Digital
Jokowi Minta Talenta...
Jokowi Minta Talenta Digital Indonesia Pulang Kampung Garap Proyek 2030 Rp4.351 Triliun
Saran Jokowi agar Startup...
Saran Jokowi agar Startup Tak Gagal di Awal
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Berita Terkini
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
43 menit yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
1 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
2 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
12 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
12 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
13 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved