IHSG Tak Terbendung Kembali Cetak Rekor Tertinggi, Bursa Asia Mixed
Selasa, 19 Desember 2017 - 16:46 WIB
IHSG Tak Terbendung Kembali Cetak Rekor Tertinggi, Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup kembali sentuh rekor tertinggi sepanjang masa, saat bursa Asia cenderung mixed. IHSG pada hari kedua pekan ini berakhir di level 6.167,67 dengan tambahan 33,70 atau 0,55%.
Di sisi lain, IHSG siang tadi meroket ke level 6.166,71 dengan tambahan 32,75 poin atau setara dengan 0.53% untuk menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa setelah pada sesi pembukaan melemah 0,36% atau 22.05 poin ke level 6.111,92. Sebelumnya awal pekan kemarin, IHSG ditutup ke level 6.133,96 atau 14,54 setara 0,24%.
Sektor saham dalam negeri sore ini sebagian besar lebih tinggi dengan sektor pertambangan menguat tertinggi sebesar 1,97%. Sedangkan sektor yang melemah terdalam yaitu infrastruktur yang melemah 0,71%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,96 triliun dengan 17,58 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp146,04 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,86 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,01 triliun. Tercatat 169 saham menguat, 173 saham melemah dan 146 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik Rp225 menjadi Rp9.525, PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) meningkat Rp80 menjadi Rp3.900 dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) bertambah Rp80 ke posisi Rp2.340.
Sementara, beberapa saham yang tercatat menurun di antaranya PT Dwi Guna Laksana Tbk. (DWGL) turun Rp122 menjadi Rp370, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) melemah Rp40 menjadi Rp2.950 serta PT Astra Graphia Tbk. (ASGR) menyusut Rp25 menjadi Rp1.270.
Seperti dilansir CNBC hari ini, indeks utama Asia ditutup mixed mengiringi lompatan bursa saham Amerika Serikat (AS). Indeks Nikkei Jepang berakhir lebih rendah 0,15% atau 33,77 poin ke level 22,868 ketika kebanyakan saham produsen mobil mencetak hasil positif dan saham teknologi menyusut lebih rendah.
Di seberang selat Korea, indeks patokan Kospi juga mengakhiri perdagangan hari ini dengan kehilangan 0,13% yang setara dengan 3,35% menjadi 2.478,53 justru ketika saham teknologi menguat. Samsung Electronics meningkat sebesar 0,7% dan SK Hynix melompat 3,89%.
Sementara raihan positif dicetak oleh bursa Australia S & P/ASX 200 yang bertambah 0,54% dan ditutup pada posisi 6.071,8. Sektor pertambangan mendukung indeks memperluas keuntungan mengikuti gerakan lebih tinggi logam serta bijih besi di sesi terakhir.
Pasar saham China juga menghijau dengan kecenderungan terus menanjak lebih tinggi. Hang Seng mengakhiri perdagangan hari ini dengan menyakinkan usai mendapatkan tambahan 203,25 atau 0,70% ke level 29.253,66 ketika keuntungan saham teknologi, keuangan mengimbangi kerugian sektor properti.
Penguatan juga terjadi pada komposit Shanghai sebesar 0,88% untuk mengakhiri perdagangan pada level 3.296,68 dan komposit Shenzhen meningkat 0,87% di level 1.905,62. Teknologi dan saham keuangan di antaranya menjadi pendorong terbesar bagi pasar saham di daratan China.
Di sisi lain, IHSG siang tadi meroket ke level 6.166,71 dengan tambahan 32,75 poin atau setara dengan 0.53% untuk menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa setelah pada sesi pembukaan melemah 0,36% atau 22.05 poin ke level 6.111,92. Sebelumnya awal pekan kemarin, IHSG ditutup ke level 6.133,96 atau 14,54 setara 0,24%.
Sektor saham dalam negeri sore ini sebagian besar lebih tinggi dengan sektor pertambangan menguat tertinggi sebesar 1,97%. Sedangkan sektor yang melemah terdalam yaitu infrastruktur yang melemah 0,71%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,96 triliun dengan 17,58 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp146,04 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,86 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,01 triliun. Tercatat 169 saham menguat, 173 saham melemah dan 146 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik Rp225 menjadi Rp9.525, PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) meningkat Rp80 menjadi Rp3.900 dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) bertambah Rp80 ke posisi Rp2.340.
Sementara, beberapa saham yang tercatat menurun di antaranya PT Dwi Guna Laksana Tbk. (DWGL) turun Rp122 menjadi Rp370, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) melemah Rp40 menjadi Rp2.950 serta PT Astra Graphia Tbk. (ASGR) menyusut Rp25 menjadi Rp1.270.
Seperti dilansir CNBC hari ini, indeks utama Asia ditutup mixed mengiringi lompatan bursa saham Amerika Serikat (AS). Indeks Nikkei Jepang berakhir lebih rendah 0,15% atau 33,77 poin ke level 22,868 ketika kebanyakan saham produsen mobil mencetak hasil positif dan saham teknologi menyusut lebih rendah.
Di seberang selat Korea, indeks patokan Kospi juga mengakhiri perdagangan hari ini dengan kehilangan 0,13% yang setara dengan 3,35% menjadi 2.478,53 justru ketika saham teknologi menguat. Samsung Electronics meningkat sebesar 0,7% dan SK Hynix melompat 3,89%.
Sementara raihan positif dicetak oleh bursa Australia S & P/ASX 200 yang bertambah 0,54% dan ditutup pada posisi 6.071,8. Sektor pertambangan mendukung indeks memperluas keuntungan mengikuti gerakan lebih tinggi logam serta bijih besi di sesi terakhir.
Pasar saham China juga menghijau dengan kecenderungan terus menanjak lebih tinggi. Hang Seng mengakhiri perdagangan hari ini dengan menyakinkan usai mendapatkan tambahan 203,25 atau 0,70% ke level 29.253,66 ketika keuntungan saham teknologi, keuangan mengimbangi kerugian sektor properti.
Penguatan juga terjadi pada komposit Shanghai sebesar 0,88% untuk mengakhiri perdagangan pada level 3.296,68 dan komposit Shenzhen meningkat 0,87% di level 1.905,62. Teknologi dan saham keuangan di antaranya menjadi pendorong terbesar bagi pasar saham di daratan China.
(akr)
Lihat Juga :