Ini Enam Jurus untuk Pengembangan Ekonomi Banten

Kamis, 21 Desember 2017 - 21:27 WIB
Ini Enam Jurus untuk...
Ini Enam Jurus untuk Pengembangan Ekonomi Banten
A A A
SERANG - Bank Indonesia (BI) mendorong pengembangan ekonomi daerah Provinsi Banten melalui peningkatan dan pemerataan infrastruktur. Terdapat dua kunci pertumbuhan ekonomi, yakni mendorong pemenuhan berbagai faktor pendukung pertumbuhan (enabler), khususnya infrastruktur, dan mengembangkan sektor ekonomi potensial yang berdaya saing tinggi.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi mengatakan, kedua elemen tersebut dipercaya dapat mengatasi isu jebakan kelas menengah (middle income trap) dan berbagai persoalan krusial lain dalam perekonomian Indonesia.

"Hal tersebut juga menjadi syarat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Banten," kata Rosmaya saat konferensi pers Rapat Koordinasi Pengembangan Ekonomi Daerah Provinsi Banten di Serang, Banten, Kamis (21/12/2017).

Namun, saat ini Banten masih menghadapi tantangan seperti tingginya tingkat pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan. Menurut Rosmaya, tingkat pengangguran Banten ranking kedua setelah Maluku.

Maka dari itu, BI bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menginisiasi Rapat Koordinasi Pengembangan Ekonomi Daerah Provinsi Banten guna menjaga dan memperkuat stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Rapat yang dihadiri pejabat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, Badan Urusan Logistik, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta sejumlah bupati dan wali kota Provinsi Banten tersebut menghasilkan enam jurus.

Pertama, mendorong kerja sama pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar pedesaan berupa penyediaan tenaga listrik, sarana dan prasarana fasilitas umum sosial, antara lain sekolah, rumah sakit, penyediaan air bersih, dan MCK kawasan pedesaan dan daerah wisata. Kedua, mempercepat pembangunan infrastruktur yang mendukung tumbuhnya sektor ekonomi potensial.

Ketiga, mendorong berkembangnya sektor ekonomi potensial sebagai sumber pertumbuhan baru sesuai karakteristik daerah. Menurutnya, Banten bagian utara perlu fokus untuk terus memperkuat sektor industri baja, petrokimia, tekstil, alas kaki, dan agroindustri sawit yang saat ini menjadi industri strategis dan kompetitif nasional.

Sementara di Banten bagian selatan, pengembangan sektor potensial diutamakan pada pengembangan pertanian padi, jagung, dan kelapa, serta industri pendukungnya seperti cold storage, pengolahan, pengemasan dan distribusi.

"Khusus untuk pengembangan komoditas kelapa, telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman oleh Bank Indonesia untuk Program Kemandirian Ekonomi Pesantren sebagai salah upaya peningkatan kapasitas kelompok masyarakat di Banten," paparnya.

Keempat, mendorong pengembangan sektor pariwisata di Banten dengan cara pengembangan destinasi desa wisata berbasis pertanian (agrowisata) dan geopark, serta wisata bahari yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru serta penguatan daya tarik daerah wisata melalui atraksi budaya dan aset budaya, seperti Dewi Tanjung Lesung dan Sangiang Sira. Lalu kelima, mendorong pengembangan sektor pertanian dengan fokus pada upaya untuk meningkatkan nilai tambah hasil produk pertanian.

Kemudian keenam, dalam rangka mendorong berkembangnya sektor industri berdaya saing tinggi, perlu memperkuat sisi hukum dan regulasi untuk menciptakan kepastian usaha, sehingga dapat menjaga tingkat investasi di Banten.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uji Kelayakan jadi Deputi...
Uji Kelayakan jadi Deputi Gubernur BI, Ini Jurus Juda Agung Selamatkan Ekonomi RI
Bos BI Ungkap 7 Jurus...
Bos BI Ungkap 7 Jurus Jaga Laju Ekonomi RI, QRIS Jadi Andalan
Deflasi Selama 4 Bulan,...
Deflasi Selama 4 Bulan, Ekonom Prediksi BI Rate Turun ke 6%
Terbukti Cepat, Mudah,...
Terbukti Cepat, Mudah, Mudah, dan Andal, Masyarakat Didorong Pakai BI-Fast
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Jelang Pemilu 2024,...
Jelang Pemilu 2024, Aktivitas Parpol Pacu Ekonomi Jakarta
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
6 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
6 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved